Omzet Turun Akibat Pandemi, Pria Ini Berhasil Olah Ikan Lele Jadi Produk Inovasi
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini membawa dampak yang besar bagi perekonomian masyarakat. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya. Tak sedikit juga pelaku usaha yang bisnisnya lesu dan berimbas pada turunnya pendapatan.
Seperti yang dialami oleh Samian, pembudidaya ikan lele di Kampung Kamal, Kelurahan Senipah, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia memulai budi daya lelenya sejak 2019.
Sejak pandemi Covid-19, omzet dari penjualan ikan lele segar yang diperoleh Samianmenurun drastis. Tak tinggal diam, bersama Kelompok Pembudidaya Ikan Lele di kampungnya, Samian mulai memproduksi produk inovasi abon dari ikan lele.
"Awal mulanya hasil budi daya ikan lele kami jual ke Balikpapan. Namun, saat pandemi Covid-19 tengkulak yang membeli hasil budi daya mereka tidak lagi datang," kata Samian pada Jumat (30/10).
Padahal, dari 5.000 bibit yang Ia budidayakan, biasanya bisa menghasilkan hingga 6 kuintal ikan lele. Melansir dari ANTARA, berikut kisahnya selengkapnya.
Ikan Lele Segar Tak Laku Dipasaran
Dengan menurunnya permintaan akibat pandemi Covid-19, membuat ikan lele yang Ia dipelihara makin besar. Sedangkan, ukuran ideal ikan lele untuk dikonsumsi sebanyak 7-8 ekor dengan total beratnya mencapai 1 kilogram.
Saiman mengungkapkan, karena ukurannya ikan lelenya terlalu besar, berat 1 kg hanya bisa 2-4 ekor sehingga ikan lele tidak laku di pasaran.
Olah Ikan Lele Jadi Abon
Kondisi tersebut, membuat Samian dan anggota kelompok lainnya berinisiatif membuat produk makanan dari ikan lele. Ia membuat produk inovasi abon ikan lele dengan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Kamal.Setengah dari hasil panen ikan lele masyarakat Kampung Kamal, kemudian diproduksi menjadi abon. Total panen biasanya mencapai 6 kuintal. Setengahnya ikan lele berukuran besar, dan itu yang dijadikan bahan untuk membuat abon."Produksi abon ikan lele pas ramai-ramainya pada saat awal pandemi Covid-19,” katanya.
Dijual dengan Harga Rp15 Ribu
Dengan bahan baku ikan lele seberat 2,5 kg, Samian bisa menghasilkan 8 ons abon. Kemudian dikemas per 1 ons, lalu dijual seharga Rp15 ribu. Sedangkan, ikan lele segar yang dijual ke tengkulak biasanya harganya Rp18 ribu/kg.Menurutnya, kini makin banyak masyarakat yang familier dengan budi daya ikan lele. Namun, untuk menyiapkan bibit ikan lele yang masih sulit, terutama untuk usia 0 sampai 3 bulan.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya