Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ngeri Teror Harimau Sumatera Muncul di Permukiman Warga, Ini Faktanya

Ngeri Teror Harimau Sumatera Muncul di Permukiman Warga, Ini Faktanya Harimau Sumatera masuk perangkap di Muara Enim. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Teror harimau masuk ke pemukiman warga kembali terjadi di Sumatera Utara. Sebelumnya, warga Dusun Tanjung Naman, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, dihebohkan dengan adanya harimau yang memangsa hewan ternak milik salah satu warga di sana.

Sapi ternak milik Hendri Sembiring, di Lau Damak, Bahorok, ditemukan telah menjadi bangkai di bagian kakinya. Di lokasi lain, ditemukan lagi bagian kepala dan usus dari sapi tersebut.

Sapi milik Hendri ditemukan bangkainya setelah dilaporkan hilang Jumat (1/5) lalu. Hendri yang saat itu hendak memindahkan lembunya dari perladangan yang tidak jauh dari pemukiman di dusun itu, mengaku kaget, karena sapi peliharaan berkurang satu.

Jejak Harimau Ditemukan

Di lokasi kejadian, terlihat jelas jejak yang diduga harimau yang turun dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang berjarak dua kilometer dari lokasi kejadian.

Petugas Memasang Kamera Jebakan

 

Petugas gabungan telah memasang kamera jebakan di lokasi sapi yang dimangsa harimau di Desa Lai Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, guna mengetahui aktivitas harimau tersebut."Petugas dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah V Bohorok, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) masih berada di lokasi dan sudah memasang kamera trap," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP Aritonang, di Stabat, Minggu (3/5), dilansir dari ANTARA.

Tim Gabungan Masih Lakukan Monitoring

Kepala SPTN Wilayah V Bohorok, Palber Turnip mengatakan selain kamera jebakan petugas PSTN serta petugas BBKSDA disiagakan di lokasi dibekali senjata api, selama lima hari ke depan."Monitoring ini dilakukan berdasarkan perkembangan situasi, kalau bangkai ternak sudah habis harimau akan kembali ke hutan, sekaligus mengimbau agar masyarakat tidak menggembalakan hewan ternak di sekitar kawasan hutan sebaiknya hewan ternak di kandangkan," katanya.

Ada 20 Harimau Hidup Bebas

Tidak hanya satu ekor harimau yang kini hidup bebas di daerah ini, namun ternyata ada sekitar 20 ekor harimau yang hidup bebas di kawasan TNGL Wilayah V sekarang ini.

Harimau Mulai Kehilangan Habitatnya

Kawasan tersebut memang menjadi wilayah jelajah bagi harimau Sumatera, namun wilayah harimau saat ini sudah banyak yang berubah fungsi menjadi pemukiman dan perkebunan perusahaan.Hal tersebut menjadi salah satu yang menyebabkan harimau masuk ke permukiman warga.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP