Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Ekonomi Sirkular, Sistem Manajemen Sampah Berbasis Ekonomi

Mengenal Ekonomi Sirkular, Sistem Manajemen Sampah Berbasis Ekonomi Daur ulang limbah plastik. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Umumnya sampah dikelola oleh petugas pemerintah dengan urutan dari sumber sampah menuju TPS dan pada akhirnya ke TPA. Sampah di TPA inilah yang kemudian meresahkan jika tak ada pengolahan lebih lanjut. Sebab, bagaimanapun sampah-sampah ini akan terus memakan lahan dan terus menggunung yang bisa berdampak pada lingkungan hidup yang tidak sehat serta bencana seperti sampah yang longsor.

Pemerintah Indonesia tengah mendorong konsep ekonomi berkelanjutan atau ekonomi sirkular. Model ekonomi ini mempertahankan nilai produk, bahan baku, dan sumber daya semaksimal mungkin.

Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Arifin Rudiyanto, mengungkapkan pada acara virtual peluncuran laporan studi "The Economic, Social, and Environmental Benefits of Circular Economy in Indonesia" pada Senin (25/1/2021) dilansir dari Liputan6, ada lima sektor prioritas dalam implementasi ekonomi sirkular. Lima sektor terpilih itu adalah makanan dan minuman, tekstil, konstruksi, ritel yang fokus pada kemasan plastik, dan elektronik.

Indonesia telah mengadopsi konsep ekonomi sirkular ke dalam Visi Indonesia 2045, dan telah mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024. Jadi apa itu sebenarnya ekonomi sirkular? Berikut merdeka.com merangkum apa itu ekonomi sirkular yang penting untuk dipahami dalam manajemen sampah:

Apa itu Ekonomi Sirkular

Sistem pengelolaan sampah ekonomi sirkular yaitu sistem yang berprinsip untuk mengurangi sampah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dalam kaidah ekonomi linear, sampah berada di luar lingkaran perputaran yang umumnya ambil-pakai-buang.

Dalam ekonomi sirkular, sampah, emisi, dan energi yang terbuang diminimalisir dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan teknologi. Hal ini melibatkan memperpanjang umur poduksi-konsumsi, inovasi desain, pemeliharaan, penggunaan kembali, daur ulang ke produk semula dan daur ulang ke produk yang berbeda.

Tentu ini akan membantu mengurangi sampah yang terbengkalai di TPA ataupun yang terbuang di aliran air hingga menyebabkan laut tercemar.

Prinsip ekonomi sirkular ini sudah diterapkan di negara-negara maju guna meminimalisir pencemaran sampah plastik dan mendukung keberlanjutan sumber daya alam.

Mengapa kita membutuhkan sistem ekonomi sirkular?

Populasi dunia diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 10 miliar pada tahun 2050. Sumber daya kita, bahan mentah bumi, terbatas. Akibatnya, tenaga kerja global dan biaya bahan baku meningkat.

Peluang bisnis ekonomi sirkular dapat menawarkan cara-cara baru untuk memitigasi risiko-risiko ini guna memungkinkan bisnis tumbuh dan berdiversifikasi. Dalam ekonomi sirkular, produk dan bahan terus beredar dalam kondisi penggunaan yang bernilai tinggi, melalui rantai pasokan, selama mungkin.

Untuk alasan ini, "membuat segalanya bertahan" adalah keharusan moral, lingkungan dan ekonomi seperti yang dilansir dari laman Zero Waste Scotland. 

Ekonomi sirkular dicapai dengan merancang produk secara cerdas dengan mempertimbangkan seluruh siklus masa pakainya, menggunakan kembali dan memperbaiki untuk memperpanjang masa pakainya, dan kemudian ketika masa pakainya dianggap berakhir, produksi ulang untuk membuat produk baru dari yang lama.

Ada beberapa rute untuk merangkul ekonomi sirkular yaitu sebagai berikut:

  • Desain Produk dibuat dengan menggunakan bahan regeneratif dan teknik desain modular agar tahan lama dan lebih mudah dibongkar dan diperbaiki, untuk mendesain limbah;
  • Penggunaan kembali dan perbaikan Siklus hidup produk diperpanjang dengan perawatan dan perbaikan, sehingga mereka tetap dalam penggunaan aslinya selama mungkin. Hal ini dapat mencakup produsen yang mempertahankan kepemilikan produk mereka dan menerapkan layanan penggunaan ulang dan perbaikan;
  • Daur ulang Produk dapat dengan mudah dipisahkan menjadi bagian-bagian komponen dan bahan, memungkinkan digunakan dalam produk-produk baru, menggusur penggunaan bahan baku baru;
  • Manufaktur; Produk manufaktur dengan prinsip ekonomi melingkar yang dibangun pada desain;
  • Remanufaktur dan Penggunaan Kembali Memperpanjang masa pakai produk di akhir 'masa pakai pertama' dengan menggunakan kembali produk tersebut atau memungkinkan penggunaan lain selanjutnya;
  • Model Bisnis termasuk leasing dan servistisation; Mengawasi seluruh masa pakai produk Anda akan menciptakan model bisnis yang benar-benar stabil, dengan penghasilan tetap.
  • (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP