Komunitas di Medan Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak PPKM, Diapresiasi Walkot
Merdeka.com - Sebuah komunitas di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) bernama Komunitas Satu Hati mendirikan dapur umum bagi warga terdampak pandemi Covid-19, khususnya sejak PPKM Darurat diberlakukan di kota ini.
Dapur umum yang berlokasi di Kompleks Asia Mega Mas ini setiap harinya menyediakan sebanyak 1.000 nasi bungkus yang kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar.
Aksi komunitas ini pun mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution, yang berkunjung ke dapur umum tersebut secara virtual pada Sabtu (24/7).
"Semangat saling membantu, semangat gotong-royong, semangat kolaborasi yang ditunjukkan Satu Hati ini dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 ini patut diteladani. Saya, baik atas nama pribadi maupun Pemko Medan, sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada Komunitas Satu Hati," ungkap Bobby.
Melansir dari unggahan Instagram @pemko.medan pada Minggu (25/7), berikut informasi selengkapnya.
Bekerjasama dengan Satgas Covid-19

Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com
Dapur umum ini sudah dibuka sejak awal Kota Medan menjalani PPKM Darurat. Dalam menjalankan dapur umum ini, Komunitas Satu Hati bekerja sama dengan Komunitas Hao Xiong Di, Kompak, dan Kita.
Setiap harinya, ibu-ibu di dapur umum ini menyediakan nasi bungkus sebanyak 1.000 buah. Kemudian, nasi bungkus tersebut akan dibagikan kepada warga yang terdampak PPKM Darurat, melalui Satgas Covid-19.
"Kita serahkan nasi bungkus ini kepada Satgas Penanganan Covid-19 Medan untuk dibagikan kepada warga terdampak," ucap Ketua Komunitas Satu Hati, Sartjipto King.
Kasus Covid-19 di Medan Terus Meningkat

Instagram/@pemko.medan ©2021 Merdeka.com
Dalam kesempatan ini, Bobby juga sempat menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Kota Medan terus meningkat. Bulan lalu, pertambahan kasus per hari masih landai, yakni 40-60 per hari. Namun minggu berikutnya meningkat menjadi 90 sampai 100 kasus per hari. Dan terus meningkat, hingga Jumat (23/7) pertambahannya mencapai 675 kasus per hari."Ini bukan sekadar angka. Tapi itu nyawa, umat manusia. Mungkin ada sanak keluarga kita, anak-anak kita, adik-adik kita, orang tua kita di dalamnya. Jadi pahamilah. Oleh karena itu, mari kita sama bergandeng tangan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," ucap Bobby.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya