Kerancang Bukittinggi, Kerajinan Bordir Bernilai Tinggi Khas Sumatra Barat
Merdeka.com - Ragam kerajinan tangan di Indonesia tentunya memiliki kualitas yang tak kalah bagusnya dengan buatan luar negeri. Tak heran jika wisatawan lokal menjadikan produk kerajinan tangan tersebut menjadi oleh-oleh untuk sanak saudara di daerah asalnya.
Apabila sedang berwisata ke Sumatra Barat, tak lengkap rasanya jika tidak membawa pulang hasil kerajinan tradisionalnya yaitu bordir yang sudah melekat erat dengan masyarakat di Tanah Minang. Kerajinan bordir yang bernilai tinggi tersebut dinamakan kerancang.
Kerajinan bordir kerancang mulai berkembang sejak tahun 1860-an dan mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1970 hingga awal tahun 1990-an. Kerajinan ini terbilang unik lantaran bordir yang dikreasikan menggunakan metode membentuk lubang-lubang pada wadah kain yang akan dibordir.
Selain itu, seluruh bahan dasar kain bisa dikreasikan menjadi kerancang, namun tidak halnya dengan kain sutra asli. Hal ini dikarenakan dalam proses pengerjaannya dilakukan dengan meregangkan kain, apabila menggunakan kain sutra asli bisa rusak dan hasilnya tidak maksimal.
Ada 12 Teknik Kerancang

Youtube.com/halloCraft ©2023 Merdeka.com
Melansir dari indonesia.go.id, setidaknya ada 12 teknik kerancang yang diterapkan, mulai dari kerancang kursi, pahat, silang, sapu, papan, dan kerancang potong. Kemudian dipadu dengan bordir bermotif indah seperti pucuak rabuang (pucuk rebung), itiak pulang patang (itik pulang petang), atau kaluak paku (lengkung pakis).
Untuk motif yang sering digunakan biasanya terinspirasi dari alam seprrti tumbuhan, hewan, kaligrafi, dan sebagainya. Warna yang dipakai cenderung kombinasi antara merah, kuning, biru dan merah, ungu, dan merah muda.
Proses membuat kerancang memerlukan keahlian yang tinggi, sebab harus memperhatikan dan memperhitungkan tarikan benang ke kain sebagai bahan dasarnya. Apabila benang terlalu tegang, maka kain akan mengkerut dan hasilnya tidak maksimal.
Proses Pembuatan yang Panjang
Kerajinan kerancang yang bernilai tinggi ini tak lepas dari proses pembuatan yang cukup rumit dan memakan waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan masih menggunakan cara tradisional hanya dengan satu mesin jahit goyang atau disebut mesin hitam.
Setiap penjahit memerlukan waktu kurang lebih seminggu untuk menyelesaikan bordir kerancang pada wadah kain. Semakin banyak bordir kerancang, akan semakin lama proses pengerjaannya.
Seiring berkembangnya teknologi, pengerjaan bordir kerancang ini sudah menggunakan alat-alat yang modern sehingga akan memangkas waktu proses pengerjaan, bisa menggunakan banyak mesin serta menekan upah tenaga kerja. Namun, beberapa pengrajin rupanya masih menggunakan cara lama untuk membuat bordir kerancang tersebut.
Terjual ke Luar Negeri

Liputan6.com ©2023 Merdeka.com
Melansir dari Liputan6.com, kerajinan bordir kerancang khas Bukittinggi, Sumatra Barat ini rupanya diminati oleh masyarakat luar negeri.
Negara-negara yang berminat terhadap kerancang ini di antaranya Malaysia dan juga Singapura. Kerancang terkenal dengan keindahan tampilannya, biasanya bordiran tersebut langsung dijahit ke mukena atau kerudung sehingga menambah kesan indah dan bernilai tinggi.
Meskipun kerajinan bordir kerancang ini masih banyak yang menggunakan metode tradisional, tetapi kualitas menjadi syarat yang utama agar produk ini menjadi yang terdepan dan terus diminati oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya