Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali Gejala Flu Tulang dan Cara Mencegahnya Jika Tinggal di Daerah Endemik

Kenali Gejala Flu Tulang dan Cara Mencegahnya Jika Tinggal di Daerah Endemik Mengidap Flu Tulang? Ini Cara Mengatasinya. © pixabay / nastya_gepp

Merdeka.com - Penyakit flu tulang merupakan istilah orang awam untuk chikungunya, yaitu penyakit yang disebabkan virus (genus Alphavirus) yang biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.

Dikenal dengan flu tulang sebab salah satu gejalanya membuat sendi penderita terasa nyeri. Selain itu, chikungunya juga kerap disebut dengan “demam tulang”.

Nyamuk Aedes yang terinfeksi biasanya berkembang biak di dalam atau di sekitar tempat tinggal manusia dan lebih suka mengisap darah manusia pada siang hari di tempat yang teduh maupun di malam hari.

Nyamuk yang terinfeksi menyebabkan demam mendadak dan nyeri sendi yang parah. Umumnya, tanda dan gejala Chikungunya mulai terlihat dalam dua hingga tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Meski gejala flu tulang hampir sama dengan DBD, namun virus penyebab kedua penyakit tersebut berbeda. DBD disebabkan oleh virus dengue. Berikut gejala flu tulang dan cara mencegahnya:

Daerah Endemis Chikungunya

Sebelum mengetahui lebih jelas mengenai gejala flu tulang, ada baiknya memahami daerah endemisnya. Chikungunya ditularkan oleh nyamuk. Aedes sp, untuk wilayah Asia spesies nyamuk penularnya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus dengan Aedes aegypti sebagai vektor utamanya menurut Jurnal Ekologi KesehatanVol. 12 No 4.

Di Indonesia spesies nyamuk tersebut juga merupakan vektor penular utama Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga kasus chikungunya seringkali ditemukan terjadi di daerah endemis DBD.

Aedes aegypti dan Ae. Albopictus menyukai habitat air yang tidak berhubungan langsung dengan tanah untuk berkembang biak.

Gejala Flu Tulang

Virus ini menyebabkan demam yang berlangsung beberapa hari dan nyeri sendi yang bisa berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Gejala flu tulang mirip dengan gejala penyakit lain seperti demam berdarah. Gejala biasanya muncul hanya beberapa hari setelah nyamuk menggigit seseorang. Gejala flu tulang yang paling umum dilansir dari Medical News Today yaitu:

004 destriyana

©2015 Merdeka.com/shutterstock

  • demam (kadang-kadang setinggi 40 derajat celcius)
  • nyeri sendi
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • ruam
  • bengkak di sekitar persendian
  • Lebih jarang, gejala bisa disertai dengan ruam makulopapular (mirip dengan campak atau ruam panas ), konjungtivitis , mual, dan muntah.

    Cara Mengobati Flu Tulang

    Virus ini jarang berakibat fatal, tetapi gejala flu tulang bisa parah dan melumpuhkan. Kebanyakan pasien sembuh dari demam dalam seminggu, tetapi nyeri sendi telah diketahui berlangsung selama berbulan-bulan. Bahkan setelah 1 tahun, 20 persen pasien melaporkan nyeri sendi berulang.

    Tidak ada obat khusus untuk mengobati chikungunya, dokter hanya menganjurkan istirahat dan minum banyak cairan. Obat yang dijual bebas akan membantu meringankan demam dan nyeri sendi. Antara lain:

  • naproxen
  • ibuprofen
  • parasetamol
  • Untuk nyeri yang bertahan lebih lama, fisioterapi mungkin bisa membantu.

    Cara Mencegah Flu Tulang

    Jika Anda tinggal di daerah endemik di mana ada peredaran virus dan orang yang menderita flu tulang cukup banyak, bisa diduga virus telah disebarkan nyamuk. Mengingat cara utama penularan chikungunya adalah melalui gigitan nyamuk, metode pencegahan terbaik adalah meminimalkan kontak dengan nyamuk. 

    Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah gejala flu tulang meliputi:

  • Menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET (N, N-Diethyl-meta-toluamide) atau picaridin pada kulit dan pakaian.
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
  • Sebisa mungkin tinggal di dalam ruangan, terutama pada pagi dan sore hari.
  • Menghindari bepergian ke daerah yang mengalami wabah.
  • Menggunakan produk yang mengandung minyak lemon eucalyptus atau PMD (p-Menthane-3,8-diol) bisa efektif.
  • Menggunakan AC, ini mencegah nyamuk memasuki kamar.
  • Tidur di bawah kelambu.
  • Menggunakan obat nyamuk bakar dan alat penguap insektisida.
  • Meski chikungunya sangat jarang berakibat fatal, gejalanya menyusahkan dan bisa berumur panjang. Menghindari nyamuk adalah kuncinya.

    (mdk/amd)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP