Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insiden Eskavator Terseret Longsor di Sumut Telan Korban, Ini Fakta Terbarunya

Insiden Eskavator Terseret Longsor di Sumut Telan Korban, Ini Fakta Terbarunya 20 Titik Longsor Jalur Medan-Berastagi Sebabkan Lalin Lumpuh, Ini Kondisi Terbarunya. Instagram/@polrestabes.medan ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Curah hujan tinggi yang terjadi di Sumatra Utara (Sumut) membuat sejumlah wilayah di daerah ini terendam banjir dan tanah longsor. Seperti yang terjadi di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, tanah longsor memakan korban jiwa.

Sebuah alat berat (escavator) bersama operatornya, Afwan Ritonga (38) terseret longsor ke dasar Sungai Batang Toru dari ketinggian tebing kurang lebih 200 meter.

"Lokasi kejadiannya di titik R26 wilayah kerja PLTA Batang Toru antara Lingkungan I, Kecamatan Batang Toru dan Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok," kata Camat Sipirok Sardin Hasibuan pada Sabtu (5/12). Melansir dari ANTARA, berikut fakta terkait insiden ini:

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (4/12). Saat itu korban tengah membersihkan parit di titik R26 wilayah kerja PLTA Batang Bori yang tertimbun tanah material longsor.

Korban hendak kembali ke camp, di mana saat itu sedang turun hujan deras. Tiba-tiba terjadi longsor susulan yang mengakibatkan korban terseret bersama dengan eskavatornya dari atas tebing setinggi 200 meter ke dasar sungai yang airnya mengalir deras di antara Lingkungan I Batang Toru, dan Aek Batang Paya, Sipirok.

Kondisi Eskavator Saat Ditemukan

Setelah mengetahui kejadian ini, petugas gabungan langsung melakukan pencarian. Untuk eskavator titiknya sudah ditemukan, kondisinya dalam keadaan terbalik di dasar sungai. Sebagian kecil diduga rantai besi dari eskavator ini terlihat menyembul di atas permukaan air.

Pencarian Korban Terhambat Medan yang Sulit

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan (Tapsel) menyatakan, kegiatan operasi pencarian terhadap korban sempat dihentikan sementara.Hal ini dikarenakan peralatan yang terbatas. Ditambah dengan lokasi jatuhnya eskavator yang cukup ekstrem. Untuk bisa menjangkau ke titik TKP, petugas harus sangat berhati-hati menggunakan tali karmantel ratusan meter karena jurang yang sangat curam.

Korban Belum Ditemukan hingga Kini

Pada pencarian hari kedua korban pada Minggu (6/12), kabin eskavator di dasar Sungai Batang Toru jadi fokus utama petugas. Nantinya jika korban belum juga ditemukan, Tim SAR akan lebih memperluas pencarian dengan menyisir aliran Sungai Batang Toru.Tim gabungan dalam operasi pencarian ini melibatkan puluhan personel gabungan Basarnas Medan dipimpin Rizal Rangkuti, unsur TNI, Polri, dan BPBD Tapanuli Selatan serta pihak perusahaan Syno Hydro, dan NSHE. Hingga saat ini, korban belum juga ditemukan dan masih dalam pencarian petugas.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP