Greysia Polii Gantung Raket, Intip Perjalanan Kariernya yang Penuh Perjuangan
Merdeka.com - Pebulutangkis Indonesia, Greysia Polii resmi pensiun sebagai atlet. Pengumuman itu disampaikan di Istora Senayan, Jakarta hari ini, Minggu (12/6), bertepatan dengan final ajang Indonesia Masters 2022.
Acara ini dihadiri oleh banyak undangan, seperti rekan sesama atlet dari berbagai negara, selebriti, hingga pejabat PBSI. Di acara ini, dimeriahkan oleh Raisa dan pertandingan 'fun' bersama atlet dunia, seperti Hendra Setiawan, Yuta Watanabe, Wang Chilin, dan masih banyak lagi lainnya.
Seperti yang diketahui, Greysia mengawali kariernya sebagai atlet Indonesia pada 2003. Hingga kini, ia sudah 30 tahun menekuni dan menggeluti dunia perbulutangkisan. Hampir tiga dekade, banyak perjuangan dan jalan terjal dilalui Greysia. Hingga prestasi terakhirnya, meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Berikut perjalanan karier Greysia Polii sebagai atlet kebanggaan Indonesia, dari awal hingga pensiun.
Berawal dari Jaya Raya Karta

©2022 Merdeka.com/ Instagram @greyspolii
Greysia Polii merupakan mantan atlet bulutangkis Indonesia yang lahir di Jakarta, 11 Agustus 1987. Ia merupakan anak dari Willy Polii dan Evie Pakasi yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.
Greysia mengawali kariernya pada tahun 1995. Di usia yang masih muda, ia bergabung di salah satu klub bulutangkis Jaya Raya Jakarta.
Atlet Ganda Putri dan Campuran
©2022 Merdeka.com/ Instagram @greyspolii
Seiring berjalannya waktu, Greysia memulai kariernya sebagai atlet ganda putri dan campuran. Pada tahun 2003, Greysia tampil di ajang turnamen Malaysia Satellite. Ia dipasangkan dengan Heni Budiman dan berhasil mencapai semifinal. Tak hanya itu saja, ia juga berhasil meraih medali perak dan perunggu di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Pada tahun 2004, ia membantu timnas junior dan meraih perunggu kategori ganda putri di kejuaraan bulutangkis Junior Asia bersama Heni dan ganda campuran kejuaraan Dunia Junior bersama Muhammad Rijal.
Medali Emas Pertama

©2022 Merdeka.com/ Instagram @greyspolii
Tergabung dalam tim nasional senior, Greysia mengawali debutnya tahun 2006 di ajang All England. Saat itu, ia dipasangkan dengan Jo Novita. Namun sayang, perjuangannya terhenti saat melawan pasangan unggulan ketiga China, Yang Wei dan Zhang Jiewen.
Sempat mengalami kekalahan berkali-kali di berbagai ajang bergengsi, tak membuat ia menyerah. Alhasil, ia mendapat medali emas pertamanya di ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara 2007.
Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020
©2021 AFP/Alexander Nemenov
Tampil dengan performa yang baik, sederet prestasi ia dapatkan. Tak hanya itu saja, Greysia Polii berhasil mencetak sejarah dunia bulutangkis Tanah Air.
Ia berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 kategori ganda putri bersama Apriani Rahayu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah bulutangkis Indonesia, ganda putri meraih medali emas melalui Greysia dan Apri.
Pensiun

©2022 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
Kini, Greysia mengumumkan dirinya resmi pensiun sebagai atlet bulutangkis. Greysia mengaku sudah berencana untuk pensiun beberapa kali, namun tertunda. Hingga akhirnya ia resmi gantung raket pada Minggu (12/6).
Di hari terakhirnya menjadi atlet, Greysia mengadakan acara yang meriah. Ia sempat bermain 'fun match' bersama beberapa atlet dunia. Ia juga mengundang Raisa. Gelaran ini sukses diselenggarakan dan membuat hadirin terharu.
(mdk/frd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya