Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dapat Protes Warga, Begini Nasib Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Medan

Dapat Protes Warga, Begini Nasib Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Medan Dapat Protes Warga, Begini Nasib Pabrik Pengolahan Bulu Ayam di Medan. Instagram/@bungauliarachman ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah pabrik pengolahan bulu ayam di Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan lantaran mendapatkan protes dari warga sekitar.

Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Medan (KIM) I, Kelurahan Mabar, Medan Deli itu disegel pada Jumat (13/8) karena menimbulkan bau busuk menyengat yang sangat mengganggu warga.

"Instruksi pak Wali Kota, PT API (Anugerah Prima Indonesia) kita segel. Masyarakat resah akibat timbulkan bau busuk menyengat," kata Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman di Medan pada Sabtu (14/8).

Aulia mengatakan, penyegelan perusahaan tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, setelah sebelumnya Ia juga sudah pernah mendatangi lokasi pabrik tersebut. Melansir dari ANTARA, berikut informasi selengkapnya.

Minta Perusahaan Perhatikan Lingkungan

dapat protes warga begini nasib pabrik pengolahan bulu ayam di medan

Instagram/@bungauliarachman ©2021 Merdeka.com

Aulia mengatakan Pemkot tidak pernah melarang masyarakat untuk membuka usaha apapun, tetapi harus memperhatikan dampak bagi lingkungan.

"Kalau perusahaan mau buka, harus ada penelitian kajian hasil dan analisis konsultan. Jika melanggar aturan, izinnya kita cabut," tegasnya.

Ia juga mengaku Pemkot telah memperingatkan PT API berulang kali agar memperhatikan, dan mengkaji kembali dampak polusi udara dan bau busuk yang dihasilkan oleh pabrik tersebut namun tidak diindahkan.

"Kita peringatkan, tapi manajemen pabrik membandel dan tak ada respon. Kita tidak melarang orang usaha, tapi perhatikan lingkungan sekitar. Baunya luar biasa, pakai masker juga tembus," katanya.

Respons Masyarakat

dapat protes warga begini nasib pabrik pengolahan bulu ayam di medan

Instagram/@bungauliarachman ©2021 Merdeka.com

Penutupan perusahaan tersebut merupakan bentuk keseriusan Pemkot Medan dalam memperhatikan lingkungan. Penyegelan ini mendapatkan respons positif dari warga sekitar yang sudah lama mengeluhkan bau busuk dari perusahaan tersebut."Keluhan kami warga di sini akhirnya terjawab. Terus terang, kami engak tahan. Baunya sangat menyengat, sesak dada ini," kata salah satu warga, Rubiah.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP