Sumut Jadi Daerah Penurunan Kemiskinan Nomor 1 di Indonesia, Ini Komentar Warganet
Merdeka.com - Di penghujung tahun 2021, Sumatra Utara (Sumut) berhasil menempati peringkat pertama dalam daftar daerah dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia. Hal itu tercantum dalam daftar yang dikeluarkan di laman milik Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @edy_rahmayadi pada Minggu (1/1), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Sumut tersebut.
"Alhamdulillah, di penghujung tahun 2021 kemarin, Sumatra Utara berhasil meraih peringkat 1 daerah dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia dengan skor 3 poin berdasarkan hasil data Litbang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," tulis Gubernur Edy dalam unggahan itu.
Penurunan angka kemiskinan di Sumut ini tak lepas dari berbagai program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Selain itu, Gubernur Edy menyebut keberhasilan Sumut ini tak lepas dari dukungan masyarakat yang turut mengawasi jalannya program-program pembangunan di tahun 2021.
"Pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan dan doa warga Sumatra Utara semua, khususnya dalam mendukung berjalannya program-program pembangunan di Sumatra Utara," lanjutnya.
Namun, komentar warganet dalam menanggapi hal ini justru tuai sorotan. Pasalnya, banyak warganet yang merasa tidak setuju dengan fakta bahwa Sumut berhasil menurunkan angka kemiskinan.
Berikut informasi selengkapnya.
Pertumbuhan Ekonomi Meningkat
Penurunan angka kemiskinan di Sumut ini juga sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2021 lalu yang menunjukkan turunnya angka kemiskinan di Sumut sebesar sebesar 0,13 poin, yaitu dari 9,14 persen pada September 2020 menjadi 9,01 persen pada Maret 2021. Angka kemiskinan ini setara dengan 1,34 juta jiwa pada Maret 2021, atau berkurang sekitar 13 ribu jiwa dalam satu semester terakhir.
Selain itu, pada Triwulan III 2021 lalu, ekonomi Sumut mengalami peningkatan sebesar 3,67 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 3,51 persen. Serapan anggaran di Sumut pun juga mendapatkan urutan terbaik ke-3 di seluruh Indonesia, yakni 72,9 persen jelang penutupan tahun 2021.
Meningkatnya ekonomi di Sumut juga didukung oleh sejumlah program yang diselenggarakan oleh Pemprov Sumut di tahun 2021, di antaranya pengembangan UMKM, pengembangan pertanian dan peternakan, hingga digitalisasi UMKM melalui penerapan QRIS bagi para pedagang.
Komentar Warganet
Namun, warganet justru banyak yang tak setuju dengan prestasi yang berhasil ditorehkan Sumut tersebut. Pasalnya, warganet menilai, kondisi di lapangan tidak sejalan dengan penilaian dari Kemendagri tersebut.
Warganet mengatakan, angka pengangguran di Sumut masih tinggi. Belum lagi, tingginya angka kriminalitas di Sumut juga perlu dijadikan perhatian bagi Pemprov terkait tingkat kesejahteraan masyarakat.
"tapi pengangguran masih tinggi pak..," tulis akun @nwadhiyah.
"tapi, nyatanya di daerah daerah seperti terkecil masih belum lancar sekali pak perekonomiannya mohon di perhatikan lagi pak daerah daerah yg akses nya jauh dari kota terimakasih," tulis akun @elwiharefa.
"Penggangguran masih tinggi pak dikota Medan ini makanya tingkat kriminal pun masih merajalela semoga bisa segera diatasi ya pak," tulis akun @ana.skm2.
"Tingkat penganggurannya pak @edy_rahmayadi tolong diturunkan, buka dan mudahkan lapangan kerja pak, jngan mesti pakai org dalam," tulis akun @syahfry.
"Jgn salah Sumut juga kota di Indonesia dengan tingkat kriminalitas paling tinggi," tulis akun @ngebulteruss.
(mdk/far)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya