Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

42 Rumah di Simalungun Tertimpa Longsor Akibat Hujan Deras, Ini Kronologinya

42 Rumah di Simalungun Tertimpa Longsor Akibat Hujan Deras, Ini Kronologinya ilustrasi tanah longsor. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di Sumatra Utara (Sumut) membuat beberapa daerah dilanda banjir dan longsor. Setelah banjir bandang melanda kawasan Sungai Landak, jalan amblas dan longsor juga terjadi di beberapa ruas jalan di Sumut. Seperti di jalan lintas Pematang Siantar-Tanah Jawa, jembatan Sungai Tongguran di jalan Pematang Siantar-Parapat Km 12 serta jalan kabupaten di Kecamatan Raya Kahean dan Kecamatan Dolok Panribuan.

Tak hanya itu, longsor juga terjadi di Nagori Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun yang menyebabkan sebanyak 42 rumah warga tertimbun tanah longsor.

Menurut Kepala Desa Nagori Bayu, Ahmad Simbolon menjelaskan, longsor ini akibat dari hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Melansir dari Liputan6.com, longsor pertama terjadi di daerah ini dan menimpa 20 rumah warga. Namun, saat pembersihan pasca longsor ini belum selesai, daerah ini kembali diguyur hujan deras dan akhirnya terjadi longsor susulan yang menimpa 22 rumah lainnya.

Ahmad berharap, Pemkab Simalungun memberikan bantuan kepada warga terdampak dan mengatasi agar longsor tidak terjadi lagi.

"Longsor hampir setiap tahun selalu menimpa warga di desa ini," katanya pada Sabtu (28/11).

Pemkab Simalungun Akan Ambil Langkah Antisipasi Longsor

Menyusul terjadinya longsor ini, Sekretaris Daerah Simalungun, Mixnon Andreas Simamora mengatakan, Pemkab akan memberikan bantuan berupa bahan makanan pokok kepada masyarakat terdampak longsor.

Pihaknya juga akan menentukan langkah antisipasi longsor berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dan konsultan untuk penanganan sungai yang menyempit.

Lakukan Alternatif Pencegahan Erosi

Sementara itu, saat ini, penanaman pohon tanaman keras pada perbukitan yang mengelilingi desa ini menjadi langkah alternatif pemerintah untuk pencegahan erosi.Sedangkan, masyarakat yang bermukim di pinggiran tebing perbukitan, saat ini diimbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP