Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain sebagai suporter Viking akan cetak pemain muda berkualitas

Selain sebagai suporter Viking akan cetak pemain muda berkualitas Komunitas Viking Boys. ©2015 Merdeka.com/Aditya

Merdeka.com - Selain menjadi suporter, kini Viking Persib Club (VPC) mendirikan Sekolah Sepakbola (SSB) yang bertujuan untuk mencetak pemain-pemain muda berkualitas. Sekira 30 bibit muda terbagi menjadi kelompok umur dari 7 hingga 15 tahun

Jajaran pelatih yang akan mengasah kemampuan generasi muda itu adalah mantan para pemain Persib, di antaranya adalah Agus Ata dan Yayan Sundana. Untuk melatih anak-anak perlu menempatkan diri sebagai guru taman kanak-kanak.

"Untuk melatih di usia seperti ini, kita sebagai pelatih harus seperti guru Taman Kanak-kanak. Dari mulai membenarkan tali sepatu dan lain-lain. Intinya harus benar-benar dari dasar," kata Agus Ata, Jumat (20/11).

Ata menuturkan, sebagai pelatih harus peka terhadap perkembangan sikap dan mental anak-anak asuhnya. Sebab, karier para pemain bisa cemerlang, tidak hanya ditunjang oleh skill maupun teknis.

"Makanya saya harus mengarahkan minimal 20 menit, kalau ingin berkomitmen di sepakbola kan bukan hanya teknis, namun persoalan non-teknis juga harus di perhatikan demi karier mereka sendiri ke depannya," bebernya.

Sebagai dasar, kata dia, para pemain harus menguatkan dasar-dasar dalam bermain sepakbola, seperti passing, dribbling, juga kontrol bola. Apabila pemain telah menguasai dasar teknik bermain bola, tak akan sulit untuk mengembangkan.

"Ini kita hanya memindahkan arena bermain untuk mereka, yang biasanya bermain di sekitar rumah sekarang berpindah di lapangan. Di sini kita mulai kenalkan teknik dasar bermain bola, seperti passing, menggiring juga mengontrol," jelasnya.

Sebagai Pelatih di SSB Viking, Agus tak menampik memiliki tanggung jawab yang besar di banding membina pemain yang sudah senior. Untuk usia muda, dia pun belum dapat memberi tekanan, namun akan menciptakan latihan yang fun.

"Tidak dituntut untuk prestasi, karena kalau kita di sini khusus di usia grassroot hanya mencetak pemain," ujarnya.

"Makanya nanti kita akan membuat raport, Direktur Teknik Denny Samsudin yang akan menggarapnya. Salah satu fungsinya, agar bisa menjadi bahan pertanggung jawaban pihak kami kepada orang tua siswa. Apabila ada orang tua yang mempertanyakan kalau anaknya tidak pernah dimainkan, kita punya alasan yang nyata dari raport itu," kata Agus Ata melanjutkan.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP