Cerita Didi, juru masak Persib sejak tahun 80-an
Merdeka.com - Menjadi seorang atlet, menjaga makanan yang dikonsumsi menjadi salah satu kewajiban. Adalah Didi Junaidi yang hafal soal menu makanan punggawa Persib. Dia telah menjadi juru masak skuat Maung Bandung sejak 1980-an.
Profesi sebagai juru masak di Persib telah dijalani Didi sejak zaman sepakbola perserikatan. Bahkan ketika Coach Djandjang Nurdjaman masih menjadi pemain pun, Didi sudah berada di dapur Persib.
"Memang dari dulu yang nyediain makan untuk pemain Persib, waktu zamannya Pak Djadjang, Pak Jose (Herrie Setiawan), Roby Darwis masih jadi pemain," ungkap Dedi, di Mess Persib, Kota Bandung, Selasa (10/11).
Sekitar musim 1996, dia sempat berhenti menjadi juru masak di Persib. Namun Persib kembali memerlukan jasanya pada 2003. Bahkan Didi merasakan juara Indonesia Super League (ISL) 2014, meski hanya sebagai juru masak di Persib.
"Saya dipanggil lagi tahun 2003-2004, kalau enggak salah pas zamannya pelatih Indra Thohir," katanya.
Mengenai menu makanan setiap hari, dia pun diwajibkan membuat makanan sehat. Bahkan menjelang pertandingan, dia dituntut menyajikan makanan bergizi lebih besar. "Ketat kalau mau bertanding, pokoknya jangan sampai ada makanan berminyak," tuturnya.
Untuk menentukan menu makanan, Didi perlu melakukan konsultasi dengan dokter tim Persib Raffi Ghani. Dimulai pemilihan bahan baku hingga cara memasak harus diperhatikan agar bisa membuat makanan lezat juga sehat.
"Memang dokter yang siapin menu, cuman ada beberapa syarat untuk kesehatan pemain, seperti jangan banyak menu makanan mengandung minyak. Itu permintaan dokter, jadi bagusnya makanan itu dibakar," ujarnya.
Namun syarat dari dokter itu, kata Didi, bukan berarti para pemain dilarang untuk mengonsumsi daging "Syarat dari dokter, seperti kalau ayam enggak boleh sama kulitnya jadi harus dikupas, daging enggak boleh sama lemak-lemaknya jadi harus dibuang dulu," tuturnya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya