WHO: Polusi udara adalah penyebab utama kanker paru-paru
Merdeka.com - Bukan cuma merokok yang bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru. Menurut WHO, polusi udara di jalanan juga termasuk penyebab utama penyakit tersebut.
"Polusi udara adalah karsinogen - penyebab kanker - yang lebih berbahaya daripada perokok pasif," terang Kurt Straif dari International Agency for Research on Cancer (IARC), institusi kanker milik WHO yang ada di Prancis.
Polusi udara itu pun bisa berasal dari asap kendaraan bermotor, pembakaran industri, dan emisi agrikultur. Karena komponennya yang cukup kompleks, IARC berpendapat kalau partikel di dalam polusi udara yang tertanam di dalam paru-paru akhirnya bisa menimbulkan kanker.
"Polusi udara juga cukup sulit dihindari. Sebab kita keluar rumah, menghirup udara di jalanan yang penuh polusi," ujar Straif.
Polusi udara juga beberapa kali disebutkan menjadi penyebab dari penyakit jantung dan stroke.
Sementara itu, para ahli lain menyebutkan kalau polusi udara adalah penyebab kanker yang sangat sulit dihindari.
"Kita bisa memilih untuk tidak merokok atau tidak minum, tetapi tidak bisa untuk tidak bernapas," papar Francesca Dominici dari Harvard University, seperti yang dikutip dari FoxNews.
Risiko kanker memang tergantung dari beberapa faktor, yaitu gen, paparan radiasi tertentu, dan gaya hidup yang dilakukan (termasuk merokok, minum alkohol, dan malas berolahraga).
Baca juga:Tingkatkan pengetahuan kanker melalui Cancer Awareness DayBongkar fakta di balik 7 mitos kanker serviks5 Cara mudah mencegah kanker serviksTes dan diagnosis untuk kanker serviksGejala kanker serviks yang patut diwaspadai (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya