Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Virus misterius mirip SARS muncul lagi

Virus misterius mirip SARS muncul lagi Ilustrasi masker. ©Shutterstock/UltraOrto, S.A.

Merdeka.com - Virus misterius mirip SARS yang menjadi penyebab tewasnya lima orang di Timur Tengah tahun lalu, kini muncul lagi dan menginfeksi seseorang untuk pertama kalinya di tahun 2013.

Pemerintahan resmi Inggris menyampaikan hal itu dan menandainya sebagai kasus virus baru yang ke-10. Pihak kesehatan dunia tepatnya menyebut jenis virus tersebut sebagai keluarga coronavirus.

Coronavirus sendiri merupakan virus yang menyebabkan penyakit mirip dengan SARS - wabah yang pernah membunuh 800 warga dunia pada epidemi global antara bulan November 2002 sampai Juni 2003.

Pasien yang terjangkit virus misterius mirip SARS tersebut adalah warga Inggris. Ia pernah pergi ke Timur tengah dan Pakistan. Menurut Britain's Health Protection Agency, pasien tersebut sekarang tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Manchester.

"Sepengetahuan kami, coronavirus ini risikonya cukup kecil. Selain itu, wisatawan yang pergi ke Semenanjung Arab juga tidak terlalu banyak," papar Professor John Watson, kepala departemen dari penyakit pernapasan rumah sakit setempat, seperti yang dikutip dari CBS News (11/02).

Profesor Watson juga menjelaskan kalau tidak ada batasan untuk mengunjungi daerah tertentu di Timur Tengah. Namun warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti napas pendek, selama lebih dari sepuluh hari setelah berwisata ke sana, sebaiknya lekas berkonsultasi dengan dokter.

Dalam kasus yang pernah terjadi, pasien yang menderita virus tersebut memang mengalami masalah pernapasan akut dan gagal ginjal.

Sebenarnya, belum ada bukti virus misterius ini menyebar dengan mudah di antara manusia. Para ahli pun menduga virus mirip SARS tersebut berasal dari hewan seperti kelelawar atau unta.

Salah seorang pakar, Dr Michael Osterholm dari University of Minnesota pada September lalu menyatakan kalau kelelawar bisa jadi penyebab dari virus mirip SARS ini. Jika benar, maka ada rantai transmisi yang rumit hingga akhirnya bisa menular pada manusia.

Semua kasus virus serupa sebelumnya memang berhubungan dengan daerah Timur Tengah. Tetapi tahun lalu, pihak WHO menyebutkan bahwa virus itu mungkin menyebar lebih luas. Sebanyak sembilan kasus tepatnya berasal dari Arab Saudi (lima pasien dengan tiga di antaranya sangat fatal), Qatar (dua pasien), dan Yordania (dua pasien dengan kasus fatal). (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP