Virus MERS tak akan menjadi wabah seperti SARS
Merdeka.com - Meski memiliki tingkat kematian yang tinggi, namun virus MERS (Middle Earth Respiratory Syndrome) yang muncul di arab Saudi diperkirakan tidak akan menjadi wabah besar seperti SARS. Hal ini karena MERS tak bisa ditularkan dengan mudah, ungkap peneliti.
Dalam pengamatan penuh pada MERS, peneliti dari Inggris dan Arab Saudi menjelaskan bahwa meski banyak kesamaan antara virus MERS dan SARS yang menjadi wabah berbahaya di China tahun 2002 lalu, namun ada perbedaan mendasar yang membuat virus MERS tak terlalu berbahaya.
Pihak WHO sebelumnya mengumumkan bahwa umat Islam yang akan melakukan ibadah haji di Mekah tak perlu khawatir karena risiko terkena MERS masih sangat rendah. Hal ini didukung oleh bukti penelitian yang menunjukkan bahwa virus MERS tampaknya tak akan menjadi wabah besar dan membunuh ratusan orang.
"Kemungkinan virus MERS untuk menjadi wabah dan membunuh ratusan orang masih sangat kecil. Publik perlu diyakinkan, bahwa MERS tak ditularkan dengan cepat dan tak akan membunuh banyak orang dalam waktu singkat," ungkap profesor Ali Zumla dari University College London, seperti dilansir oleh Reuters (26/07).
MERS pertama kali diidentifikasi 15 bulan lalu dan sejauh ini menginfeksi 90 orang. SEmentara virus SARS menyebar lebih cepat dan langsung menginfeksi 8.000 orang antara bukan November 2002 hingga Juli 2003.
Hingga saat ini MERS telah menyebar dari Timur Tengah ke Prancis, Jerman, Italia, Tunisia, dan Inggris. Dari 90 kasus infeksi, 45 orang di antaranya telah meninggal akibat MERS. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya