Usia pornografi adalah 28.000 tahun!

Reporter : Rizqi Adnamazida | Jumat, 22 Juni 2012 17:05

Usia pornografi adalah 28.000 tahun!
Ilustrasi video porno. merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Lukisan seksual di salah satu gua Australia yang berusia 28.000 tahun membuktikan bahwa pornografi bukan merupakan sesuatu yang modern.

Para arkeolog menemukan lukisan tersebut di bagian langit-langit gua di Arnhem Land, bagian utara Australia, yang menunjukkan gambar pasangan berhubungan seksual.

Arkeolog Bryce Barker dari University of Southern Queensland menuturkan pola seni erotis dalam gua tersebut telah berusia 28.000 dan merupakan salah satu warisan kesenian tertua di dunia.

"Satu hal yang membuat seni ini unik adalah ini digambar dengan batu arang, sehingga kami tahu waktu pembuatannya. Fakta bahwa ada kesenian batu bisa lebih tua dari 20.000 merupakan fenomena unik di seluruh dunia," tutur Barker, seperti yang dikutip dari India Times (21/06).

"Ini adalah salah satu seni tertua di dunia. Dan kami yakin kami bisa menemukan yang lebih tua lagi, kami tau suku Aborigin mulai melukis gua sejak 45.000 tahun yang lalu," tambahnya.

Jika pornografi ribuan tahun yang lalu hanya bisa ditemukan dalam lukisan di gua, kini hal itu banyak tersebar melalui berbagai media dan fungsinya bukan lagi dianggap sebagai sebuah seni.

[riz]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Baru putus dengan Katy Perry, John Mayer - Taylor Swift balikan?
  • Perjalanan karier si cantik Grace Natalie
  • Era kejayaan tembakau lokal, bahan cerutu seluruh dunia
  • Loyalis Ical di DPR bertahan ogah lepas jabatan
  • Bertahan hidup di Jakarta dengan gaji Rp 3 juta
  • Wajah tak dikenali, leader girlband Korea ini operasi plastik?
  • Menakar kekuatan KMP hak angket Menkum HAM, minus PAN dan Demokrat
  • [FOTO] Penampilan pertama Lee Min Ho pasca ungkap hubungan cinta
  • Orang gemuk badannya bau?
  • ISIS menafsirkan Alquran sesuka hati
  • SHOW MORE