Merdeka.com tersedia di Google Play


Tips puasa Ramadan bagi ibu hamil

Reporter : Rizqi Adnamazida | Jumat, 13 Juli 2012 20:27


Tips puasa Ramadan bagi ibu hamil
Ibu hamil. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/YanLev

Merdeka.com - Ramadan bisa menjadi hari yang sangat berat bagi ibu hamil jika mereka memilih untuk berpuasa. Sebab ibu hamil masih harus menjaga asupan nutrisi agar janin dalam kandungan mereka tetap sehat. Lantas bagaimana caranya menjalani puasa dan janin tetap dalam keadaan aman? Simak tips lengkapnya seperti yang dilansir dari Arabia English Baby Center (11/07) berikut ini.

Puasa Ramadan saat hamil
Banyak dokter yang percaya ada manfaat puasa bagi kesehatan fisik ibu hamil. Jadi apabila ibu hamil tidak pernah mengalami gangguan kesehatan yang serius dan memiliki fisik yang kuat, maka puasa Ramadan bisa dilakukan. Hal yang perlu diingat adalah menghindari stres sebisa mungkin, istirahat cukup, dan mengonsumsi nutrisi tepat saat sahur dan berbuka.

Masalah morning sickness?
Kehamilan tertentu pada bulan-bulan awal biasanya identik dengan rasa mual atau morning sickness. Kalau ibu hamil mengalami kondisi serupa dan mempengaruhi kondisi saat berpuasa, maka sebaiknya masalah tersebut segera dikonsultasikan dengan dokter.

Tips ketika berpuasa

  • Saat berbuka, makan pelan-pelan dan bertahap sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan.
  • Sahur disarankan untuk dilakukan menjelang waktu imsak.
  • Minum banyak air juga dianjurkan setiap hari selama melakukan puasa.
  • Untuk mencegah sembelit, atasi dengan cara alami yaitu mengonsumsi buah kurma.
  • Makanan lain yang disarankan untuk ibu hamil yang berpuasa adalah protein hewani dari daging, ayam, ikan, dan telur.
  • Makan banyak sayur dan buah juga tetap harus rajin dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadan.
  • Perhatikan konsumsi karbohidrat dan makanan berlemak, ada baiknya untuk mengurangi jenis tersebut demi menjaga kesehatan ibu dan janin.

Masalah kesehatan
Beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, gangguan ginjal, hati, asma, tekanan darah tinggi, risiko prematur, mengandung bayi kembar, dan gejala penyakit kehamilan lain sebaiknya diperhatikan. Sebab masalah tersebut biasanya membuat ibu hamil tidak disarankan untuk berpuasa ketika Ramadan.

Alasan membatalkan puasa
Tanda-tanda seperti pusing, susah bernapas, pandangan kabur, dan merasakan gerakan yang lemah dari bayi adalah alasan yang cukup kuat untuk membatalkan puasa yang dijalani ibu hamil. Hal itu perlu dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan janin.

Jika ibu hamil meninggalkan puasa Ramadan, maka mereka tetap harus menggantinya di lain hari. Sebab puasa di bulan Ramadan tetap merupakan kewajiban oleh umat muslim.

[riz]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Ibu Hamil, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Ibu Hamil.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Kubu Romi batalkan 6 SK pemberhentian fungsionaris PPP
  • Romi ngaku tak diundang SDA saat deklarasi koalisi PPP-Gerindra
  • Kisruh PPP, Emron sebut Djan Faridz berperan besar pengaruhi SDA
  • 'Petinggi partai Islam abaikan keinginan umat untuk bersatu'
  • Rapat pengurus harian PPP beri sanksi ke SDA
  • Romi: Dukungan pada Prabowo batal demi hukum
  • Panwas Kabupaten Blitar keluarkan rekomendasi pemilu ulang
  • Dukung Prabowo, PPP harus lepas simbol Islam
  • Ruhut: Di TPS-TPS Medan aku paling tinggi
  • Rouhani: Kami inginkan perdamaian dan stabilitas dunia
  • SHOW MORE