Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tidur kurang 30 menit saja bisa tingkatkan risiko diabetes

Tidur kurang 30 menit saja bisa tingkatkan risiko diabetes Ilustrasi tidur. Shutterstock/lithian

Merdeka.com - Anda harus berpikir dua kali tentang jam tidur Anda. Sebab, studi baru menunjukkan bahwa kehilangan hanya 30 menit dari waktu tidur Anda di malam hari bisa meningkatkan berat badan dan mengganggu metabolisme.

Shahrad Taheri, seorang profesor di Weill Cornell Medical College di Doha, Qatar, mengurangi waktu tidur dapat menyebabkan gangguan metabolisme jangka panjang, yang dapat mempromosikan atau memperburuk diabetes tipe 2.

"Temuan kami menunjukkan bahwa menghindari begadang bisa memiliki manfaat positif bagi lingkar pinggang dan metabolisme," tambah Shahrad.

Sebagaimana dilansir everydayhealth.com, para peneliti telah mempelajari 522 pasien yang baru didiagnosis diabetes tipe 2.

Pada awal studi, mereka yang tidak mendapatkan cukup tidur selama seminggu. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang kurang tidur memiliki risiko 72 persen terkena obesitas dan diabetes dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan cukup tidur.

Setelah memantau peserta selama setahun, para peneliti menemukan bahwa setiap pengurangan 30 menit dari waktu tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin - indikator diabetes - meningkat sebesar 17 persen dan 39 persen.

(mdk/des)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP