Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tes darah pada anak prediksi risiko obesitas saat remaja

Tes darah pada anak prediksi risiko obesitas saat remaja Ilustrasi tes darah. ©Shutterstock.com/ Alliance

Merdeka.com - Saat ini peneliti tengah mengembangkan tes darah untuk anak-anak yang bisa memprediksi kemungkinan mereka terkena obesitas ketika remaja. Tes darah yang sederhana ini diklaim mampu mengetahui apakah anak akan mengalami obesitas di tahun-tahun mendatang.

Peneliti mengungkap bahwa dengan mengecek perubahan DNA tertentu ketika anak berusia lima tahun bisa memprediksi berapa banyak lemak pada tubuh anak tersebut ketika mereka berusia 14 tahun. Hasil ini didapatkan oleh peneliti di Universities of Southampton, Exeter, dan Plymouth, seperti dilansir oleh Daily Mail (25/03).

Tes darah tersebut nantinya digunakan untuk mengetahui perubahan pada gen PGC1a. Gen tersebut berkaitan dengan penyimpanan lemak pada tubuh yang disebabkan oleh methylation. Methylation adalah epigenetic yang mengatur mekanisme pengaruh gen oleh faktor lingkungan.

Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kenaikan tingkat methylation pada DNA 10 persen pada anak berusia lima tahun menandakan adanya kenaikan risiko obesitas hingga 12 persen saat anak berusia 14 tahun. Hasil ini bahkan tetap setelah peneliti memperhitungkan jenis kelamin anak, aktivitas, dan masa puber mereka.

"Memprediksi apakah anak akan mengalami obesitas sejak usia yang sangat muda sebenarnya cukup sulit. Padahal penting untuk mengetahui risiko obesitas sejak dini agar orang tua bisa mencegahnya sebelum mereka mulai bertambah berat badan," ungkap Dr Graham Burdge dari University of Southampton.

Hasil penelitian ini juga mendukung fakta bahwa obesitas tak hanya disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan semata, melainkan juga dipengaruhi oleh gen. Peneliti berharap hasil ini bisa mereka kembangkan untuk mencari tahu cara baru dalam mencegah obesitas sejak dini.

Obesitas bukanlah penyakit yang bisa diremehkan, karena penyakit ini juga bisa memicu kondisi berbahaya lainnya seperti diabetes tipe-2, penyakit jantung, dan kanker. Untuk itu, sangat penting mencegah agar seseorang tak terkena obesitas sejak dini.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP