Ternyata mimpi buruk bisa digolongkan sebagai penyakit!
Merdeka.com - Kebanyakan orang berpikir bahwa mimpi buruk hanyalah kembang tidur, tak berarti apa-apa. Namun penelitian mengungkap sebaliknya. Mimpi buruk tak hanya dialami oleh anak-anak, melainkan juga oleh orang dewasa. Jika mimpi buruk sudah sering terjadi dan menyebabkan stres serta insomnia, mimpi buruk juga bisa digolongkan sebagai kelainan atau penyakit!
Ada perbedaan antara mimpi yang jelek dengan mimpi buruk. Mimpi yang jelek (bad dream) biasanya dipengaruhi oleh perasaan dan emosi. Sementara mimpi buruk (nightmare) berkaitan dengan emosi yang lebih kuat dan seringkali berkaitan dengan rasa takut, ungkap penelitian di University of Montreal, seperti dilansir oleh Care2 (21/02).
"Agresi fisik seringkali merupakan tema yang umum dalam mimpi buruk. Seringkali mimpi buruk juga sangat parah sehingga bisa membuat orang terbangun. Di sisi lain, mimpi yang jelek tak berpengaruh terlalu parah pada seseorang dan seringkali disebabkan oleh adanya konflik dalam diri," jelas Genevieve Robert, psikolog dari University Montreal.
Hasil ini didapatkan oleh peneliti setelah mengamati data dari 572 individu. Mereka menemukan bahwa seringkali mimpi buruk berkaitan dengan tema yang menyebabkan rasa takut dan kengerian seperti masalah kesehatan, kematian, dan ancaman. Mimpi buruk juga bisa memunculkan rasa cemas, bingung, bersalah, takut, serta rasa sedih.
Tak jarang mimpi buruk yang parah menyebabkan seseorang terbangun dari tidur. Mereka bahkan masih bisa merasakan rasa takut dan kengerian ketika terbangun. Jika mimpi buruk sering membuat orang bangun dan merasa terganggu secara emosional, serta mulai membuat mereka insomnia, mimpi buruk tersebut sudah bisa diklasifikasikan menjadi kelainan atau penyakit.
Diagnostic and Statistical Manual Nightmare memberikan beberapa kriteria ketika mimpi buruk mulai bisa dilihat sebagai penyakit atau kelainan, sebagai berikut:
- Anda sering terbangun dari tidur atau tidur siang dengan ingatan yang jelas mengenai mimpi buruk yang parah. Biasanya, mimpi buruk berkaitan dengan ancaman, kematian, dan kepercayaan diri Anda.
- Anda biasanya terbangun akibat mimpi buruk pada setengah bagian kedua periode mimpi atau tidur.
- Ketika terbangun, Anda masih merasa cemas dan sangat waspada terhadap keadaan sekitar.
- Mimpi buruk Anda bisa menyebabkan stres, kecemasan, sulit tidur, dan lainnya.
- Mimpi buruk tidak disebabkan atau tidak terjadi setelah Anda mengonsumsi zat tertentu seperti obat-obatan, alkohol, dan lainnya.
Waspadalah jika Anda mulai sering mengalami mimpi buruk yang bisa sampai menyebabkan stres dan kecemasan berlarut-larut. Bisa jadi itu bukan mimpi buruk biasa, melainkan sudah mulai menjadi semacam kelainan mental pada diri Anda.
(mdk/kun)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya