Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terlalu rajin olahraga justru percepat menopause?

Terlalu rajin olahraga justru percepat menopause? Ilustrasi wanita olahraga. ©Shutterstock.com/Malyugin

Merdeka.com - Melakukan olahraga tentunya memiliki efek yang positif bagi tubuh dan kebugaran. Meski begitu, wanita yang terlalu sering melakukan olahraga dan berdiet cenderung mengalami gejala menopause lebih cepat.

Hal ini ditemukan oleh ilmuwan asal Jepang yang telah mengamati 3.100 wanita selama 10 tahun. Pada awal penelitian semua partisipan ini tidak mengalami gejala menopause. Namun setelah menjalani penelitian diketahui bahwa wanita yang sering melakukan olahraga justru lebih cepat merasakan gejala menopause dibandingkan dengan wanita yang lebih pasif.

Sekitar 17 persen wanita yang berolahraga selama delapan sampai 10 jam per minggu diketahui lebih cepat mengalami menopause. Selain itu, hal yang sama juga terjadi pada wanita yang mengonsumsi banyak lemak pada ikan dan sayuran, seperti dilansir oleh Genius Beauty (02/10).

Berdasarkan pengamatan ahli, wanita yang terlalu ketat berdiet memiliki risiko mengalami menopause awal 15 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang menjalani diet seimbang. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

Peneliti berpendapat bahwa wanita yang terlalu aktif bisa menyebabkan efek hormon estrogen pada tubuh berkurang. Meski begitu peneliti menegaskan bahwa kaitan antara aktivitas fisik dengan menopause bisa jadi tidak secara langsung. Ketika wanita melakukan aktivitas fisik berlebihan, bisa jadi hal tersebut bukannya memberikan manfaat tetapi justru merugikan. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP