Terapi hormon untuk kanker prostat bahayakan ginjal
Merdeka.com - Pasien kanker prostat yang dirawat dengan terapi hormon diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah ginjal, ungkap penelitian terbaru. Perawatan yang dimaksud adalah terapi yang digunakan untuk menurunkan tingkat kematian pada penderita kanker prostat agresif.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa seharusnya para pekerja medis lebih berhati-hati sebelum memberikan terapi hormon pada pasien kanker," ungkap peneliti Laurent Azoulay dari McGill University, seperti dilansir oleh Reuters (16/07).
Tak hanya berkaitan dengan penyakit ginjal, terapi hormon ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung. Peneliti menemukan bahwa terapi hormon yang disebut terapi androgen deprivation ini juga lebih banyak digunakan pada pria dengan tingkat penyakit yang lebih rendah.
Hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati data dari 10.250 penderita kanker prostat pada tahun 1997 - 2008. Masing-masing partisipan diikuti selama minimal empat tahun sejak pertama kali mereka didiagnosis terkena kanker prostat. Selama masa itu, 232 partisipan terkena masalah ginjal akut.
Azoulay dan koleganya menemukan bahwa pria yang menggunakan terapi hormon memiliki risiko terkena penyakit ginjal dua sampai tiga kali lebih besar. Ginjal mereka berkemungkinan besar berhenti bekerja.
Azoulay menyarankan agar dokter memeriksa kesehatan ginjal pria yang terkena kanker prostat sebelum memberinya terapi hormon. Selain itu, dokter juga harus memperhatikan tingkat manfaat dan risiko bagi pasien. Jika risiko lebih besar, sebaiknya terapi ini tak diberikan. Selanjutnya peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas dan membuktikan hasil penelitiannya. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya