Soda ternyata bukan penyebab utama obesitas
Merdeka.com - Perdebatan mengenai larangan menjual soda berukuran besar untuk mencegah obesitas di Amerika semakin memanas dan kontroversial. Hal itu disebabkan karena adanya penelitian yang menyebutkan soda mampu memicu obesitas. Kontroversi semakin memanas ketika studi terbaru lain menyebutkan soda bukan penyebab utama berat badan berlebih masyarakat.
Penelitian dari Kanada yang dilaporkan dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism pada bulan Oktober lalu menyatakan mengonsumsi minuman manis dari jumlah yang dibatasi bisa menyebabkan obesitas, terutama yang terjadi pada anak.
Di dalam studi mereka, para ahli mengaitkan hubungan antara konsumsi minuman manis seperti minuman buah-buahan dan mendapat datanya dari Canadian Community Health Survey dengan anak-anak serta remaja yang berusia 2-18 tahun.
Namun para ahli dari University of Alabama menyampaikan keberatan mereka tentang larangan penjualan soda berukuran besar, karena studi yang mereka lakukan minggu lalu membuktikan tidak ada hubungan antara pengurangan konsumsi soda dan penurunan berat badan.
Sementara itu, menurut pihak Centers for Disease Control and Prevention rata-rata restoran biasa maupun restoran cepat saji di Amerika memang empat kali lebih banyak dibanding tahun 1950-an. Sajian sodanya pun semakin banyak, dari 7 ons 60 tahun yang lalu, menjadi rata-rata 42 ons sampai hari ini. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya