Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering stres? Hati-hati dengan efeknya di masa tua

Sering stres? Hati-hati dengan efeknya di masa tua Ilustrasi stres. Shutterstock/Ismagilov

Merdeka.com - Pekerjaan, tuntutan sehari-hari, serta tekanan mampu membuat Anda stres. Bahkan jika dibiarkan akan membuat Anda depresi.

Ternyata efek dari stres tidak hanya berhenti di situ saja. Sebab sebuah penelitian di University of Iowa bahkan menemukan bahwa stres mampu merusak memori jangka pendek seseorang terutama di masa tua. Hal ini disebabkan karena ketika manusia stres, maka tubuhnya akan mengeluarkan hormon alami yang disebut dengan hormon kortisol. Pengeluaran hormon ini secara terus-menerus mampu menyebabkan masalah pencernaan, kenaikan berat badan, dan tekanan darah tinggi.

"Namun efeknya yang paling berbahaya adalah menyebabkan pelapukan otak. Walaupun hanya sedikit, namun lama-kelamaan hormon ini mampu membuat otak rapuh dan merusak korteks prefrontal yang menjadi tempat bernaungnya memori jangka pendek," kata Jason Radley, seorang profesor psikologi di universitas ini.

Penelitian yang juga diterbitkan dalam Journal of Neuroscience menemukan hasil tersebut setelah meneliti keadaan otak seseorang di usia 65 tahun (mdk/feb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP