Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering jadi multi taskers? Hati-hati dengan 7 ancaman ini

Sering jadi multi taskers? Hati-hati dengan 7 ancaman ini Ilustrasi multitasking. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Creativa Images

Merdeka.com - Menjadi multi taskers atau melakukan banyak hal dalam satu waktu adalah hal yang umum dilakukan manusia pada saat ini. Alasannya, waktu terus berputar sementara tingkat persaingan juga semakin ketat. Sehingga Anda dituntut untuk melakukan sesuatu secara cepat dan efektif.

Sepintas kegiatan ini terlihat tidak membahayakan, namun ternyata multi tasking bisa membuat kesehatan Anda menurun. Dilansir dari boldsky.com, berikut ini adalah bahaya kesehatan yang akan mengancam jika Anda sering menjadi seorang multi taskers.

Membuat otak menjadi susut

Tahukah Anda bahwa terlalu banyak multi tasking dapat membebani kerja otak Anda yang kemudian berujung pada menyusutnya volume otak? Dalam jangka waktu tertentu, penurunan ini mampu menyebabkan gangguan memori, penurunan kemampuan untuk berpikir jernih, serta sulit untuk berkonsentrasi.

Meningkatkan risiko stres

Seperti dijelaskan di atas, multi tasking mampu meningkatkan risiko stres seseorang. Sebab seorang multi taskers seakan tidak memiliki jeda dalam otaknya untuk beristirahat sejenak dan bersantai. Jika dibiarkan, lama-kelamaan hal ini mampu membuat seseorang menjadi depresi.

Menyebabkan ketidakseimbangan emosi

Saat stres karena multi tasking dibiarkan, maka emosi Anda menjadi terancam. Anda bisa mengalami ketidakseimbangan emosi karena hal ini. Anda akan lebih mudah frustasi, jengkel, mudah cemas, serta kehilangan kesabaran. (mdk/feb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP