Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saat Banyak Siswa Positif Covid-19, Bagaimana Sebaiknya Sikap Orangtua?

Saat Banyak Siswa Positif Covid-19, Bagaimana Sebaiknya Sikap Orangtua? Belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang sudah mulai diberlakukan menjadi penyesuaian baru bagi semua pihak terkait. Terutama untuk para anak didik agar mereka bisa mengikuti proses belajar dengan aman dan nyaman.

Namun problem baru muncul saat ada laporan mengenai banyaknya siswa positif COVID-19 saat PTM terbatas di berbagai daerah yang kemudian menjadi pelajaran penting. Oleh karena itu penting sekali untuk mematangkan persiapan saat sekolah membuka PTM.

Menurut Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, pembelajaran tatap muka harus dilakukan hati-hati agar seluruh peserta didik dan tenaga pendidik dan kependidikan aman dari penularan virus Corona.

"Agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka, harus dilakukan secara hati-hati dan selalu mengutamakan kesehatan dan peserta didik dari penularan COVID-19," tegas Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 23 September 2021 lalu, dilansir dari Fimela.com.

"Berbagai kasus positif COVID-19 yang terjadi pada peserta didik di berbagai daerah harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain, sehingga kasus serupa tidak berulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman," ujar Wiku.

Lebih lanjut Wiku juga mengingatkan bahwa penularan virus Corona dapat terjadi saat perjalanan anak menuju sekolah. Dalam hal ini, penularan bukan hanya terjadi di lingkungan sekolah saja.

"Selain itu, perhatikan juga peluang penularan di rumah, perjalanan maupun saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pastikan siswa dan tenaga pengajar secara disiplin mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Masih seputar pelaksanaan PTM, sesuai data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi per tanggal 23 September 2021, ada 47.033 sekolah yang disurvei. "Dari jumlah tersebut, hanya 2,77 persen sekolah yang menimbulkan klaster kasus selama pembelajaran tatap muka dilakukan," papar Wiku.

Menanggapi kemunculan klaster dalam sektor pendidikan, Wiku meminta agar pihak sekolah segera melakukan pelacakan (tracing) dan pemeriksaan (testing) kontak erat. Ketika terjadi kasus penularan virus Corona saat PTM, pihak satuan pendidikan harus segera menindaklanjuti. "Kembali saya sampaikan, bahwa sekecil apapun angka kasus yang ada, jika tidak ditindaklanjuti, baik dengan tracing, testing maupun treatment yang tepat, maka akan memperluas penularan," tegas Wiku.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang berkaitan dalam hal ini untuk saling bekerjasama menghasilkan sinergi yang berkelanjutan dalam upaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Evaluasi bersama juga bisa dilakukan untuk menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang ada.

Fimela.com/Endah Wijayanti

(mdk/ttm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP