Punya orang tua pecandu alkohol bikin anak rentan depresi
Merdeka.com - Anak yang sudah berusia dewasa dan memiliki orang tua pecandu alkohol atau obat-obatan terlarang memiliki risiko terkena depresi lebih tinggi dibanding dengan anak yang orang tuanya tidak memiliki kebiasaan minum alkohol atau obat-obatan terlarang.
Hal ini ditemukan peneliti setelah mengamati 6.300 orang dewasa di Kanada. Mereka menemukan bahwa sekitar 312 orang mengalami depresi berat tahun lalu. Sekitar 877 partisipan yang mengikuti penelitian ini mengaku berusia di bawah 18 tahun dan masih tinggal bersama orang tua. Mereka juga menjelaskan bahwa orang tua mereka memiliki kebiasaan minum alkohol dan menggunakan obat terlarang. Kebiasaan minum alkohol dan obat terlarang ini diakui bisa menyebabkan masalah dalam keluarga.
Setelah menghitung faktor lain seperti usia, jenis kelamin, dan ras, peneliti di University of Toronto menemukan bahwa orang dewasa yang memiliki pengalaman masa kecil bersama orang tua yang memiliki kecanduan pada alkohol dan obat-obatan terlarang berkemungkinan terkena depresi dua kali lipat lebih tinggi.
"Bahkan setelah menghitung faktor lain seperti kesalahan pengasuhan, pekerjaan orang tua, dan gaya hidup orang tua yang tidak sehat, peneliti menemukan bahwa kecanduan orang tua terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang berkaitan dengan 69 persen kemungkinan menyebabkan anak depresi," ungkap ketua peneliti Esme Fuller-Thomson, seperti dilansir oleh US News (17/05).
Fuller-Thomson menjelaskan bahwa kemungkinan perilaku orang tua tersebut mempengaruhi cara anak menghadapi depresi dan stres. Peneliti menyarankan agar anak-anak yang tinggal bersama orang tua dengan kecanduan alkohol atau obat terlarang lebih banyak berhubungan dengan anggota keluarga lain seperti nenek, kakek, paman, atau lainnya. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya