Polusi udara sebabkan janin berukuran kecil
Merdeka.com - Para wanita hamil yang tinggal di daerah rentan polusi sebaiknya berhati-hati. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa wanita hamil yang sering terkena asap kendaraan bermotor atau polusi udara memiliki ukuran bayi yang lebih kecil.
Penelitian yang dilakukan oleh Environmental health Perspective ini mengamati lebih dari tiga juta kelahiran di sembilan negara. Peneliti menekankan bahwa meski efeknya kecil dan bisa berbeda pada setiap orang, namun hal ini bisa memberikan efek yang signifikan dalam populasi.
Bayi yang memiliki ukuran kecil dan berat badan yang kurang ketika dilahirkan memiliki risiko masalah kesehatan dan kematian yang lebih tinggi. Kebanyakan bayi berukuran kecil yang bertahan memiliki peningkatan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung saat dewasa.
Profesor Tracey Woodruff dan kolega mereka di University of California, San Fransisco, menjelaskan bahwa partikel polusi pada udara cukup kecil hingga bisa masuk pada saluran pernapasan manusia. Penemuan ini menunjukkan kaitan antara jumlah partikel polusi dan berat badan bayi saat lahir. Semakin banyak partikel polusi yang masuk, semakin kecil pula ukuran bayi yang lahir.
"Penelitian ini memiliki kualitas yang sempurna dan hasil yang didapatkan pun cukup jelas. Meski efeknya tak begitu besar bagi setiap individu, namun masyarakat perlu waspada," ungkap Dr Tony Fletcher, pengajar senior di Environmental Epidemology di London School of Hygiene and Tropical Medicine, seperti dilansir oleh BBC (06/02).
Selain orang tua yang harus waspada terhadap polusi di sekitarnya, pemerintah seharusnya juga melakukan tindakan untuk mengurangi polusi udara, terutama di daerah pemukiman warga. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya