Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perceraian orang tua bikin anak rentan obesitas!

Perceraian orang tua bikin anak rentan obesitas! Ilustrasi Obesitas. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama ini perceraian seringkali dikaitkan dengan dampak psikologis pada anak termasuk membuat anak menjadi stres dan lainnya. Namun masih sedikit yang mengaitkan perceraian dengan dampak fisik pada anak, salah satunya adalah penelitian terbaru dari Norwegia.

Peneliti dari European Congress on Obesity di Sofia menjelaskan bahwa perceraian orang tua bisa membuat anak cenderung lebih mudah gemuk. Anak yang orang tuanya bercerai memiliki kemungkinan kelebihan berat badan dan obesitas 1,5 kali lebih besar dibanding anak yang orang tuanya tak bercerai.

Hasil tersebut didapatkan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang dari 3.166 anak sekolah di Norwegia. Mereka kemudian membandingkannya dengan status pernikahan orang tua mereka. Peneliti menyimpulkan bahwa tingkat obesitas dan kelebihan berat badan lebih banyak dialami oleh anak yang orang tuanya bercerai, seperti dilansir oleh Daily Mail (02/06).

Penelitian sebelumnya dari Rice University, Texas, mengungkap bahwa hal ini bisa jadi berkaitan dengan kebutuhan yang didapatkan anak. Anak yang orang tuanya bercerai memiliki lebih banyak waktu sendirian di rumah sehingga mereka lebih mudah mengakses makanan cepat saji atau junk food. Selain itu, bisa jadi mereka juga lebih malas berolahraga.

Orang tua tunggal juga biasanya memiliki waktu lebih sedikit untuk memasak masakan yang sehat karena mereka harus mengurus segalanya sendirian, mulai dari urusan rumah tangga hingga pekerjaan dan kesibukan lainnya. Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa anak yang sarapan dan makan malam bersama orang tuanya memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terkena obesitas.

Hasil tersebut didapatkan peneliti setelah melakukan pengamatan terhadap 8.000 anak dari delapan negara di Eropa yang sarapan bersama orang tuanya lima hingga tujuh kali seminggu. Anak yang sering sarapan bersama orang tuanya berkemungkinan lebih kecil kelebihan berat badan dibanding anak yang tak pernah atau jarang makan bersama orang tua.

Begitu juga dengan anak yang makan malan bersama orang tua berkemungkinan 30 persen lebih kecil mengalami obesitas dibandingkan dengan anak yang jarang makan malam bersama orang tuanya. Meski begitu, penelitian tak menemukan adanya kaitan antara makan siang bersama orang tua dengan risiko kelebihan berat badan atau obesitas.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP