Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penelitian sebut ASI tak lebih baik dari susu formula

Penelitian sebut ASI tak lebih baik dari susu formula Ilustrasi menyusui. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama ini ASI dianggap sebagai makanan terbaik yang diberikan pada bayi. Sementara susu formula merupakan susu pengganti yang memiliki kualitas di bawah ASI. Namun sebuah penelitian menyebut bahwa selama ini kesempurnaan ASI bagi bayi terlalu dibesar-besarkan.

Dr Cynthia Colen dari Ohio State University yang melakukan penelitian mengungkap bahwa sebenarnya ASI dan susu formula tak jauh berbeda dalam hal memberikan manfaat pada kesehatan bayi. Hasil ini ditemukan setelah Cynthia melakukan percobaan terhadap dua saudara yang dibesarkan secara berbeda. Salah satu diberikan ASI dan yang lain diberi susu formula.

Dr Colen menjelaskan bahwa hasil penelitiannya ini tak dimaksudkan untuk mendobrak kepercayaan lama bahwa ASI lebih baik dari susu formula. Namun untuk mencegah para ibu yang lebih memilih susu formula agar tidak merasa terpojok dan seolah bersalah karena tidak memberi anak mereka ASI.

Sebelumnya banyak penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi ASI akan membuat anak terlindungi dari banyak penyakit seperti obesitas, alergi, asma, dan diabetes. Namun penelitian Dr Colen ini menunjukkan bahwa ASI tak jauh berbeda dengan susu formula dalam hal perlindungan kesehatan anak, seperti dilansir oleh Daily Mail (27/02).

Anak yang minum ASI juga tak lebih pintar dan memiliki risiko diabetes yang sama dengan saudaranya yang minum susu formula. Bahkan Dr Colen menemukan bahwa anak yang minum ASI justru lebih rentan terkena asma. Hasil ini ditemukan Dr Colen setelah menganalisis data 8.237 anak dari National Longitudinal Survey of Youth.

"Banyak penelitian sebelumnya yang memiliki bias tertentu. Mereka tak memperhitungkan banyak faktor seperti ras, usia, pendapatan keluarga, ibu yang bekerja, dan lainnya," ungkap Dr Colen.

Lebih lanjut Dr Colen juga menekankan bahwa hasil penelitiannya ini bukan merupakan sebuah penyangkalan bahwa ASI tak memiliki manfaat nutrisi serta bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Namun menurutnya, para ibu juga harus mempertimbangkan faktor lain demi kesehatan anak mereka dalam jangka panjang. Ibu tak boleh hanya mengandalkan ASI untuk menjamin kesehatan anak mereka.

Penelitian ini menemukan bahwa anak yang mengonsumsi ASI memiliki BMI yang lebih baik, kemampuan matematika, membaca, kosa kata, dan kompetensi di sekolah yang lebih baik, serta berisiko lebih kecil terkena obesitas. Namun peneliti percaya bahwa hal ini tak ditentukan oleh ASI, melainkan status sosial ekonomi mereka.

Penemuan yang paling mengejutkan adalah bahwa anak yang minum ASI memiliki risiko lebih tinggi terkena asma. Namun data ini juga masih kontroversial karena hanya didasarkan pada data yang menyebut bahwa orang tersebut memiliki asma, dan tak diketahui sangkut pautnya dengan ASI.

Bagaimana pendapat Anda mengenai hasil penelitian ini?

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP