Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelupa di usia muda, normalkah?

Pelupa di usia muda, normalkah? Ilustrasi pelupa. Shutterstock/PathDoc

Merdeka.com - Setiap minggu, merdeka.com membuka layanan tanya jawab seputar masalah kesehatan. Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan tim dokter dari meetdoctor.com yang akan memberi jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh pembaca. Berikut adalah salah satu pertanyaan yang sudah sampai di redaksi merdeka.com.

Pertanyaan

Hai, saya Rosita. Saya mau tanya kenapa sejak saya kuliah ingatan saya semakin lama semakin menurun. Jadi gampang skali lupa. Terkadang saya susah sekali untuk mengingat sesuatu, harus serba ditulis. Saya takut ini gejala awal dr Alzheimer. Terima kasih.

Jawaban

Daya ingat kita dibagi menjadi 2, daya ingat jangka pendek dan daya ingat jangka panjang. Daya ingat jangka panjang merupakan informasi terpilih dari ingatan jangka pendek kita. Untuk menyimpan informasi jangka pendek menjadi jangka panjang otak memerlukan waktu (waktu tidur) untuk mentranformasikannya menjadi informasi jangka panjang. Informasi jangka pendek akan terbentuk dengan cara penangkapan indera yang dimiliki baik pendengaran, penglihatan, penciuman, perabaan maupun sensasi lain yang secara sadar terekam kedalam otak kita. Untuk mendapatkan rekaman ini diperlukan konsentrasi terhadap sensasi tersebut.

Bila suatu kejadian dimana kita kurang konsentrasi didalamnya maka sensasi kejadian tersebut tidak akan kita ingat bahkan tidak akan kita sadari. Hal ini sangat berbeda dengan mekanisme lupa.

Secara medis proses lupa merupakan merupakan salah satu respon psikologis terhadap suatu hal yang memicu stress (ego, pembenaran diri, trauma). Namun selain itu lupa juga dapat disebabkan oleh penyakit (alzheimer, amnesia)) atau kurangnya konsentrasi. Beberapa hal yang diperlukan untuk meningkatkan atau mengembalikan daya ingat, seperti :

  • Cukup istirahat 6-8 jam setiap harinya
  • Istirahat dengan kualitas tidur yang baik
  • Makan makanan sehat dan bergizi,Berolah raga teratur
  • Melakukan olah raga otak(teka-teki silang, puzzle)
  • Bersosialisasi dengan orang disekitar
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Hindari konsumsi rokok
  • Hindari konsumsi makanan tinggi kadar lemak(gorengan, daging)
  • Melakukan manajemen stress,maupun cemas
  • Dijawab oleh dr. Deffy

    Minggu depan merdeka.com mengusung tema seputar Kesehatan Umum. Punya pertanyaan? Yuk kirim pertanyaan Anda ke support@merdeka.com. Jangan lupa sertakan alamat akun media sosial Anda juga yah. (mdk/feb)

    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP