Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pekerja malam tingkatkan tiga kali risiko kanker prostat

Pekerja malam tingkatkan tiga kali risiko kanker prostat Ilustrasi kerja lembur. ©2012 Shutterstock/Camilo Torres

Merdeka.com - Pria yang mendapat jatah shift malam meningkatkan risiko kanker prostat tiga kali lipat lebih tinggi daripada mereka yang bekerja di siang hari. Pria tersebut juga terancam berbagai jenis kanker lain pada bagian perut, kandung kemih, dan paru-paru.

Seperti yang dilansir dari Daily Mail (22/10), pernyataan itu diungkapkan berdasarkan penelitian dari University of Quebec, Kanada. Para ahli khususnya fokus pada dampak bekerja di jadwal shift malam terhadap kesehatan pria.

Sebelumnya, ada juga penelitian serupa namun lebih menyoroti dampak bekerja di malam hari terhadap wanita. Yaitu peningkatan risiko kanker payudara.

Rupanya, bekerja di malam hari pun memiliki efek buruk serupa pada pria. Sebab shift malam membuat hormon melatonin gagal diproduksi oleh tubuh yang biasanya terjadi pada jam 9 malam sampai 8 pagi ketika seseorang tidur.

Namun paparan sinar lampu di malam hari mengacaukan sistem produksi melatonin. Padahal salah satu fungsi hormon tersebut adalah mencegah munculnya tumor.

Peneliti kemudian menjelaskan jika risiko kanker prostat akan meningkat pada pria yang telah terbiasa bekerja di malam hari setidaknya selama 10 tahun.

"Beberapa penelitian pernah menganalisis tentang kaitan antara bekerja di malam hari dengan kanker payudara. Namun untuk para pria, belum ada penelitian yang benar-benar membahasnya," tulis peneliti dalam American Journal of Epidemiology.

Meskipun demikian, peneliti memastikan bahwa hasil studi mereka cukup valid karena melibatkan 3.137 pria yang didiagnosis berbagai jenis kanker. Ternyata, sebagian dari mereka memang pernah menjalani pekerjaan yang dilakukan pada malam hari. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP