Payung bisa menangkal 90 persen sinar UV
Merdeka.com - Payung tak hanya digunakan saat hujan deras. Tetapi ketika matahari sedang bersinar terang dan garang, payung juga bisa digunakan untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet, ungkap penelitian di Meroy University, Atlanta.
Mereka menemukan bahwa payung bisa menghalangi rata-rata lebih dari 3/4 cahaya UV pada hari yang cerah. Payung yang berwarna hitam bahkan bisa menahan sinar matahari hingga 90 persen.
"Selain menggunakan tabir surya, aku menyarankan orang untuk menggunakan penangkal matahari yang lain," ungkap Dr Brundha Balaraman, peneliti dan dermatolog dari Washington University School of Medicine di St. Louis, seperti dilansir oleh Reuters Health (20/03).
Selain menggunakan payung, Balaraman juga menyarankan untuk memakai topi lebar atau baju yang melindungi dari sinar ultraviolet. Benda-benda tersebut bisa menjadi alternatif yang baik jika sedang tak memungkinkan untuk memakai tabir surya.
Dalam penelitian ini Dr. Supehy Chen dan rekannya ingin menguji apakah payung bisa digunakan untuk melindungi wanita dari sinar matahari. Mereka melakukan percobaan pada 23 jenis payung menggunakan alat penghasil sinar UV.
Payung yang dibuat khusus untuk menahan matahari berhasil menahan hingga 99 persen sinar UV, sementara payung hujan bisa menahan sinar matahari sebanyak 77 persen. Menggunakan payung bisa berguna untuk orang yang bepergian atau pemain golf. Namun menyarankan orang untuk membiasakan diri membawa dan menggunakan payung di hari yang cerah tampaknya bukan hal mudah. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya