Pasien tak percaya pada dokter berbadan gendut
Merdeka.com - Tampaknya berat badan berpengaruh terhadap hubungan kepercayaan antara dokter dan pasien. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien kurang percaya dan seringkali tak ingin mematuhi saran yang diberikan oleh dokter yang berbadan gendut.
"Ada banyak penelitian yang menunjukkan adanya bias dari bidang kesehatan terhadap pasien bertubuh gemuk. Sekarang terjadi sebaliknya," ungkap peneliti Sara Bleich dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, seperti dilansir oleh Reuters (12/04).
Ketua peneliti Rebecca Puhl menjelaskan bahwa dirinya tidak terkejut dengan hasil penelitian ini. Meski begitu dia tak memperkirakan pengaruhnya akan cukup besar.
"Mengobati seseorang, memberikan saran mengenai obesitas berawal dari penjelasan dan perbincangan baik mengenai berat badan yang berlebihan. Jika berat badan dokter atau pasien mengganggu hal ini, akan sangat sulit mendapatkan hasil yang efektif untuk kesehatan pasien," ungkap Puhl.
Hasil penelitian ini ditemukan setelah Puhl dan koleganya melakukan survei terhadap 358 orang dewasa mengenai berat badan normal. Partisipan diminta untuk menilai seberapa nyaman mereka dan seberapa tinggi kepercayaan mereka terhadap beberapa jenis dokter.
Hasilnya, tingkat kepercayaan pasien tinggi pada dokter dengan berat badan normal, kemudian menurun pada dokter yang kelebihan berat badan, dan sangat menurun pada dokter yang mengalami obesitas. Hal yang sama ditemukan pada kecenderungan mereka untuk mengikuti saran yang diberikan dokter.
Puhl dan koleganya selama ini berusaha menemukan cara untuk menghapus bias yang dimiliki dokter pada pasien dengan berat badan berlebihan. Namun tampaknya bias tak hanya satu arah. Pasien juga memiliki bias mengenai berat badan terhadap dokter mereka. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya