Pasien HIV lebih rentan kena serangan jantung
Merdeka.com - Tak hanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah, pria yang memiliki HIV juga diketahui lebih rentan mengalami serangan jantung dibandingkan orang yang tak memiliki HIV.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh dan bisa berujung pada AIDS. HIV bisa menular melalui kontak seksual, darah, atau diturunkan dari ibu pada bayinya. Beberapa gejalanya adalah rasa lemah, diare, demam, sakit kepala, sakit pada tulang atau otot, atau luka pada bibir, dan infeksi jamur vagina.
Peneliti melakukan penelitian pada 82.459 subyek, di mana 27.350 di antaranya memiliki HIV. Para partisipan ini diamati selama 5,9 tahun. Selama masa penelitian tersebut, sekitar 871 partisipan mengalami serangan jantung. Sekitar 176 serangan jantung yang terjadi tergolong fatal. Sementara itu, 42 persen serangan jantung terjadi pada orang yang memiliki HIV.
Ketika peneliti ikut menghitung faktor risiko lain seperti tekanan darah, diabetes, obat-obatan, dan alkohol, subjek yang memiliki HIV masih memiliki risiko 48 persen lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dibandingkan orang yang tidak memiliki HIV.
Karena partisipan yang ikut dalam penelitian ini adalah pria, maka peneliti belum mengetahui peningkatan risiko serangan jantung pada penderita HIV wanita, seperti dilansir oleh CBS News (05/03).
Ketua peneliti, Dr Matthew Freiberg, profesor dari University of Pittsburgh School of Medicine di Pennsylvania menjelaskan bahwa para peneliti tak mengetahui secara jelas mengapa pasien HIV memiliki risiko serangan jantung lebih besar. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien HIV dan sistem imun lemah yang menyebabkan terjadinya peradangan dalam tubuh. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya