Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menunda pensiun bisa turunkan risiko penyakit otak pada manula

Menunda pensiun bisa turunkan risiko penyakit otak pada manula Ilustrasi manula bekerja. ©Shutterstock.com/Yuri Arcurs

Merdeka.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang terlambat pensiun memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit otak seperti Alzheimer dan demensia dibandingkan dengan orang yang pensiun di usia 60 tahun.

Penelitian ini dilakukan pada 429.000 karyawan di Prancis. Mereka menemukan bahwa risiko terkena demensia menurun ketika seseorang menunda waktu pensiun mereka dan tetap bekerja di usia 60 tahun ke atas.

"Data kami menunjukkan bukti kuat adanya penurunan risiko terkena demensia dan penyakit otak yang berkaitan dengan usia tua ketika seseorang menunda masa pensiun mereka dan tetap bekerja di usia senja," ungkap peneliti Carole Dufoil dari INSERM, seperti dilansir oleh Reuters (16/07).

INSERM menemukan bahwa terdapat penurunan risiko Alzheimer hingga 14 persen bagi orang yang pensiun di usia 65 tahun, dibandingkan dengan orang yang pensiun di usia 60 tahun. Hasil ini didapatkan melalui pengamatan terhadap partisipan selama 12 tahun dan berakhir pada tahun 2010.

Dean Hartley, direktur di Alzheimer's Association menjelaskan bahwa aktivitas fisik dan intelektual yang dijalani oleh para manula membantu mereka mengurangi risiko penyakit otak seperti Alzheimer dan demensia. Meski begitu Hartley berpendapat bahwa dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan pasti di balik kaitan antara pensiun dan risiko penyakit otak ini. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP