Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menilik 5 penyebab perut buncit dan cara mengatasinya

Menilik 5 penyebab perut buncit dan cara mengatasinya ilustrasi perut buncit. ©nutrition.about.com

Merdeka.com - Kamu tak sedang hamil, atau tak mengalami peningkatan berat badan yang signifikan. Tetapi, perut kamu mulai membesar secara perlahan dan tak diiringi dengan pembesaran pada bagian tubuh yang lain.

Jika kondisi ini terjadi pada kamu, maka kamu harus waspada terhadap beberapa penyebab yang di antara bahkan bisa membahayakan jiwa kamu.

Nah, agar kamu memahami penyebab perut buncit dengan jelas dan cara mengatasinya, kamu patut untuk menyimak informasi berikut ini. Melansir dari mirror, berikut adalah lima penyebab perut buncit dan cara mengatasinya.

Gangguan usus besar (IBS)

besar ibs rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

IBS atau irritable bowel syndrome adalah gangguan kesehatan pada usus besar yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang berkesinambungan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh perut kembung untuk waktu yang lama dan juga mengalami gejala seperti nyeri, sembelit dan/ atau terserang diare. Jangan heran jika kondisi ini bisa membuat perut kamu menggelembung secara perlahan. 

Kembung adalah salah satu efek samping yang paling menyebalkan dari IBS. Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu mengurangi makanan sereal serat seperti roti gandum, oats, biskuit digestive, dan sereal bar. Kamu bisa mencobanya selama tiga bulan. Selain itu, kamu juga bisa mencoba probiotik yang telah terbukti mampu meringankan IBS. 

Perut kembung

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bisa dibilang hampir semua orang mengalami perut kembung dari waktu ke waktu. Perut kembung normal terjadi sampai 15 kali sehari, dan bahkan mungkin kamu sering tak menyadarinya.

Meskipun istilah medis tak mengenalkan perut kembung berlebihan, tetapi jika perut kembung mengganggu dan membuatmu merasa tak nyaman, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. 

Langkah pertama yang bisa kamu coba adalah dengan mengurangi makanan yang tinggi karbohidrat Seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, plum, apel dan makanan yang mengandung sorbitol pengganti gula.

Pasalnya makanan ini cenderung dicerna secara perlahan dan dapat melepaskan sejumlah kecil gas belerang saat mereka melewati usus. Langkah lain yang bisa kamu coba adalah dengan mengunyah makanan secara perlahan.

Saat kamu tak mengunyah makanan dengan benar, sebagian makanan akan rusak setelah mencapai usus. Makanan tersebut akan berfermentasi dan menghasilkan gas. Maka, tak heran jika perut kamu penuh dengan gas.

Penyakit celiac

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bisa jadi perut buncit kamu disebabkan oleh penyakit ini jika kamu sering merasa lelah, kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, dan perut terasa sakit. Penyakit celiac adalah reaksi negatif tubuh terhadap gluten yang biasanya ditemukan dalam gandum, barley dan rye, termasuk makanan olahannya.

Celiac adalah penyakit autoimun di mana tubuh salah mengartikan gluten sebagai ancaman dan menyerangnya. Penyerangan ini menyebabkan kerusakan pada permukaan usus kecil yang kemudian memengaruhi kemampuan tubuh menyerap nutrisi. 

Ketidakseimbangan hormon

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bisa jadi ini menjadi penyebab perut buncit kamu jika kamu berada pada masa pramenstruasi dan tahap awal kehamilan. Kadar progesteron akan meningkat selama kehamilan, dan sesaat sebelum menstruasi terjadi.  

Kondisi ini dapat memperlambat gerakan usus yang berarti makanan akan berjalan lambat saat melewati tubuh. Kondisi ini bisa memicu perut kembung dan bahkan sembelit. Untuk mengalahkannya, kamu bisa mengandalkan olahraga.

Ini karena olahraga dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Jika ingin cara yang sederhana, berjalan 30 menit sehari bisa membuat perbedaan yang jelas. Selain itu, mengonsumsi air putih yang cukup disertai dengan banyak buah, sayuran dan biji-bijian untuk menghindari sembelit.

Kanker ovarium

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Tentu saja ini sesuatu yang sangat tak diharapkan. Hanya saja, kamu harus lebih waspada pada perut buncit disertai dengan kembung terus-menerus. Selain itu gejala juga diikuti dengan rasa kenyang terus (meskipun belum makan apapun) dan diiringi dengan rasa sakit di perut. 

Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh kanker ovarium sering tak jelas sehingga diagnosis yang diberikan juga sering terlambat. Sehingga, sangat penting untuk memahami gejala kanker ovarium ini. Beberapa gejala yang umum adalah perut membesar secara perlahan, sulit mengonsumsi makanan, gangguan saat buang air kecil dan perut terasa sakit.

(mdk/SRA)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP