Menguak Alasan Mengapa Orang Memiliki Kebiasaan untuk Menggigit Kuku
Merdeka.com - Salah satu kebiasaan yang banyak dilakukan oleh orang adalah menggigit kuku. Walau bisa disebut sebagai sebuah kebiasaan buruk, namun banyak orang yang tak bisa menghindari hal yang satu ini.
Dilansir dari New York Post, sebanyak tiga persen dari populasi dunia mengalami gejala yang disebut sebagai body-focused repetitive behaviors (BFRBs) atau perilaku repetitif yang terpusat pada tubuh. Perilaku ini membuat seseorang secara konstan memainkan bagian tubuhnya seperti menggigit kuku, memainkan rambut, serta mengelupasi kulit.
Dilansir dari Psychology Today, penderita BFRBs memiliki karakteristik dari berbagai isu mulai dari kecemasan hingga OCD. Hal ini diungkapkan oleh Tara Peris, profesor ilmu psikiatri dan biobehavorial.
"Terdapat beberapa persamaan yang berarti antara OCD dan BFRBs," ungkap Peris.
"Pertama, kedua perilaku ini melibatkan tindakan repetitif yang menyebabkan masalah pada seseorang. Kedua, beberapa orang yang memiliki BFRBs menunjukkan indikasi bahwa mereka memiliki kepercayaan mengenai rambut yang terdengar lebih 'obsesif' atau 'perfeksionis' secara alami," sambungnya.
Peris menyebut bahwa mengklasifikasilam BFRBs sebagai tindakan kompulsif atau impulsif dapat membantu perawatan lanjutannya. Namun yang pasti hal ini bakal berbeda antara satu orang dengan orang lain.
"Perawatan yang dilakukan harus memperhatikan perbedaan ini dan tidak menimbulkan asumsi mengenai penyebab perilaku ini pada masing-masing orang," jelas Peris.
"Profesional kesehatan mental harus mendekati setiap individu sebagai pribadi yang unik; memahami kebiasaan fungsional dari tindakan BFRBs setiap klien; dan melakukan intervensi resep yang berbeda untuk tiap individual," sambungnya.
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya