Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Membaca email kerja bisa tingkatkan tekanan darah?

Membaca email kerja bisa tingkatkan tekanan darah? Ilustrasi email. ©Shutterstock.com/ mtkang

Merdeka.com - Membaca email, mengirim atau menerima e-mail kerja adalah hal wajar yang dilakukan oleh karyawan. Tak ada yang menyadari bahwa kegiatan ini bisa berpengaruh pada kesehatan. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengirim dan membaca email saat bekerja berkaitan dengan naiknya tekanan darah dan tingkat stres.

Professor Tom Jackson dari Loughborough University mengamati kaitan antara penggunaan email dan tekanan darah, detak jantung, dan tingkat kortisol pada 30 orang. Hasilnya menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan email dan tingkat stres. Penelitian ini menemukan bahwa karyawan lebih rentan terkena stres dengan semakin seringnya dia menggunakan email, baik membaca maupun mengirim email.

Sekitar 92 persen partisipan mengalami peningkatan tekanan darah dan detak jantung ketika menggunakan email dan telepon. Namun peneliti menemukan bahwa karyawan senang ketika menerima email yang berisi informasi berguna atau informasi yang berisi pujian dan ucapan terima kasih.

Namun, karyawan akan mengalami peningkatan tekanan darah dan stres ketika menerima email yang tidak relevan atau berisi tugas yang harus dikerjakan secepatnya. Karyawan juga mengalami peningkatan tekanan darah ketika menerima email yang tak berkaitan dengan pekerjaan mereka. Meski begitu, Profesor Jackson mengatakan bahwa email bukanlah musuh.

"Selama ini email digunakan dalam berbagai penelitian dan terkadang dilihat sebagai media komunikasi yang berdampak buruk. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa email menyebabkan stres ketika dibandingkan dengan email secara bebas. Itu berarti bahwa email masih bisa digunakan sebagai media komunikasi yang efektif," ungkapnya, seperti dilansir oleh Daily Mail (03/06).

Lebih lanjut, Jackson menjelaskan bahwa penyebab stres kemungkinan adalah multi-tasking yang dilakukan oleh karyawan ketika menerima email dan telepon yang mengganggu pekerjaan yang sedang mereka kerjakan. Hal ini berbeda ketika karyawan melakukan rapat secara tatap muka.

Sebaiknya karyawan belajar untuk mengatur waktu, kapan harus mengecek email dan mengerjakan pekerjaan mereka, sehingga mereka tak akan stres karena multi-tasking yang dilakukan. Stres bisa menyebabkan kondisi kesehatan yang kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit tiroid, gagal ginjal, dan lainnya. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP