Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Melahirkan di rumah lebih berisiko dibandingkan di rumah sakit

Melahirkan di rumah lebih berisiko dibandingkan di rumah sakit Ilustrasi bayi. ©2012 Shutterstock/Anneka

Merdeka.com - Para ahli memperingatkan para calon ibu yang akan segera melahirkan mengenai risiko melahirkan di rumah. Penelitian mengungkap bahwa melahirkan di rumah memiliki risiko yang lebih besar dan lebih berbahaya untuk ibu dan bayi.

Mereka menemukan bahwa melahirkan di rumah bisa meningkatkan risiko bayi meninggal hingga empat kali lipat. Ini didapatkan melalui salah satu penelitian terbesar yang melibatkan 14 juta kelahiran.

Mereka menemukan adanya risiko kematian bayi sebesar 3,2 dalam 10.000 kelahiran di rumah sakit. Sementara itu, untuk kelahiran di rumah, risiko kematian bayi meningkat hingga 12,6 dalam 10.000 kelahiran.

"Risiko ini bahkan lebih tinggi hingga tujuh kali lipat untuk ibu yang melahirkan pertama kali. Risiko bahkan meningkat hingga 10 kali lipat pada kehamilan yang berusia di atas 41 minggu," ungkap ketua peneliti Dr Amos Grunebaum, seperti dilansir oleh Daily Mail (03/02).

Topik pilihan: Ibu dan Anak | Ibu Hamil | Wanita merdeka

Peneliti di Weill Cornell Medical College di New York menemukan bahwa berdasarkan data kelahiran tahun 2012, jika kelahiran di rumah meningkat hingga 10 persen per tahun, maka angka kematian bayi saat lahir di rumah meningkat dari 16 dan 17 di tahun 2009 menjadi 32 di tahun 2016.

Untuk itu peneliti menyarankan para calon orang tua untuk mengetahui dengan pasti risiko melahirkan di rumah. sangat disarankan untuk melahirkan di rumah sakit dengan perawatan yang memadai.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP