Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tragis, remaja ini meninggal gara-gara 50 Shades of Grey!

Tragis, remaja ini meninggal gara-gara 50 Shades of Grey! Ilustrasi seks BDSM. ©Shutterstock/MilousSK

Merdeka.com - Sebuah film yang cukup fenomenal dan dinantikan banyak orang berjudul Fifty Shades Of Grey akhirnya benar-benar dilarang tayang di Indonesia. Namun di negara-negara lain, film satu ini masih bebas beredar dan ditonton di bioskop.

Banyak orang yang menantikan pemutaran perdana film Fifty Shades Of Grey ini di berbagai negara. Dikarenakan dalam film ini tidak hanya menyuguhkan alur drama saja, namun ada bumbu-bumbu seksualitas 'keras' di dalamnya.

Ternyata, ada sebuah laporan yang dikutip dari Pinoytrending.altervista.org (26/2), seorang remaja putri berusia 14 tahun dari Quezon City, Filipina, meninggal dunia karena efek dari film Fifty Shades Of Grey ini.

Bukan karena ditayangkannya terlalu sadis dan membuat gadis tersebut shock atau sejenisnya, melainkan karena perlakuan seorang pria dengan usia hampir sama dan melakukan BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, Masochism) terhadap wanita tersebut.

Menurut penjelasan dari ibu sang pelaku, anaknya tersebut memang mengalami gangguan psikologis karena ayahnya kerap memukulinya setiap kali dalam keadaan mabuk. Sang pelaku dan korban juga merupakan tetangga sejak kecil dan si pria menaruh hati kepada wanita itu, sayang cintanya bertepuk sebelah tangan. Berdasarkan laporan dari kepolisian, sang pelaku merencanakan aksinya tersebut ketika dia mengetahui korban sedang berjalan sendirian.

Dari data otopsi, korban meninggal karena mendapatkan sejumlah luka di tubuhnya, seperti kuncian tali dengan ujung jarum runcing, ikatan sabuk dengan sangat erat, sayatan di sejumlah bagian tubuhnya dan yang membuatnya meninggal karena si pelaku menggunakan ekor dari ikan pari untuk digunakan sebagai cambuk. Akibat cambukan tersebut, wanita malang itu mengalami pendarahan cukup hebat dan ada luka robek yang cukup dalam hingga hampir mendekati tulang.

Walaupun sudah mengakibatkan seseorang meninggal dunia, namun pihak kepolisian tidak dapat menahan pelaku karena masih terlalu muda. Dia akan diserahkan ke panti rehabilitasi dan akan dididik di tempat tersebut.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP