Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Manakah yang lebih buruk, gula atau lemak?

Manakah yang lebih buruk, gula atau lemak? Ilustrasi gula. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Heike Rau

Merdeka.com - Anda sedang berupaya untuk menurunkan berat badan? Tentu saja Anda mencoba untuk rajin berolahraga dan tentu saja berdiet untuk memerangi lemak di tubuh Anda.

Diet mempunyai tujuan untuk membatasi asupan kalori di dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan rendah gula, 2 hal yang selama ini dianggap sebagai penyebab bertambahnya lemak di dalam tubuh.

Namun pertanyaannya, manakah yang lebih berbahaya bagi tubuh? Gula atau lemak?

Seperti dilansir dari appforhealth.com, lemak memberikan kalori dengan jumlah 2 kali lebih banyak yaitu sekitar 9 kalori per gram dibandingkan dengan gula yang hanya memiliki 4 kalori per gram.

Namun kemudian diadakan sebuah penelitian yang melibatkan remaja untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula. Hasilnya makanan yang mempunyai zat gula yang tinggi akan mengaktifkan sel di dalam otak yang merangsang nafsu makan sehingga membuat mereka merasa ingin mengonsumsi makanan secara terus menerus.

Ternyata dari kedua zat makanan tersebut mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Makanan penuh gula akan merangsang nafsu makan Anda menjadi lebih besar sedangkan makanan penuh lemak juga berbahaya karena memberikan banyak kalori di dalam tubuh Anda. (mdk/feb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP