Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mana lebih efektif, diet rendah karbohidrat atau rendah lemak?

Mana lebih efektif, diet rendah karbohidrat atau rendah lemak? Ilustrasi Diet. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini ada banyak jenis diet yang bisa dilakukan. Dua di antaranya yang paling populer adalah diet rendah karbohidrat dan diet rendah lemak. Seperti namanya, diet rendah karbohidrat dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat untuk tubuh, sementara diet rendah lemak berarti mengurangi konsumsi lemak. Namun di antara kedua diet ini, manakah yang paling efektif untuk menurunkan berat badan?

Jika tujuan Anda berdiet adalah untuk menurunkan berat badan, maka jawabannya adalah diet rendah karbohidrat. Berdasarkan sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, mengurangi konsumsi karbohidrat ternyata lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibandingkan dengan diet rendah lemak.

Penelitian dilakukan oleh peneliti dari Tulane University dengan mengamati 148 pria dan wanita obesitas tanpa penyakit jantung dan diabetes. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang melakukan diet rendah karbohidrat dengan yang melakukan diet rendah lemak, seperti dilansir oleh Women's Health Mag (01/09).

Setelah satu tahun, partisipan yang mengurangi konsumsi karbohidrat ternyata mengalami penurunan berat badan 7,7 pons lebih banyak dibandingkan dengan yang mengurangi konsumsi lemak. Mereka juga mengalami penurunan massa lemak dan risiko penyakit kardiovaskular.

Namun jangan terburu-buru membuang semua makanan Anda yang mengandung karbohidrat. Diet rendah karbohidrat bukan berarti sangat membatasi asupan karbohidrat seminimal mungkin hingga tidak makan karbohidrat sama sekali. Dalam penelitian ini para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi karbohidrat hingga 40 gram setiap hari. Selain itu, perhatikan juga jenis karbohidrat dan makanan sumber karbohidrat yang Anda konsumsi.

"Lebih baik pilih sumber karbohidrat yang berasal dari sayuran dan buah, bukan dari nasi putih, kentang, dan tepung olahan," ungkap ketua peneliti Lydia A. Bazzano, M.D., Ph.D.

Meski penelitian ini mengungkap bahwa diet rendah karbohidrat lebih efektif daripada rendah lemak, namun penelitian ini juga mengungkap bahwa mengurangi asupan lemak juga membantu menurunkan berat badan. Kuncinya adalah memilih sumber lemak dan sumber karbohidrat yang sehat.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP