Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makanan pengaruhi kualitas tidur seseorang

Makanan pengaruhi kualitas tidur seseorang Ilustrasi tidur. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/aslysun

Merdeka.com - Studi terbaru mengungkapkan bahwa apa yang kita makan dapat mempengaruhi seberapa baik kualitas tidur kita.

Para peneliti menemukan bahwa nutrisi tertentu mungkin memainkan peran dalam durasi tidur seseorang. Untuk itu, mereka menganalisis data dari National Health and Nutrition Examination Survey 2007-2008, dan menemukan bahwa tidur pendek (lima sampai enam jam setiap malam) diakibatkan kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak kalori. Kemudian diikuti tidur normal (tujuh hingga delapan jam), serta tidur sangat singkat (kurang dari lima jam), dan tidur panjang (sembilan jam atau lebih).

"Meskipun banyak dari kita mengakui adanya hubungan antara apa yang kita makan dan seberapa baik kualitas tidur kita. Namun, hanya sedikit studi ilmiah yang mengeksplorasi hubungan ini, terutama berdasarkan situasi di dunia nyata," jelas Michael Grandner, peneliti dari University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, seperti dilansir Health.com (9/2).

Adapun makan diet baik-bulat, tidur normal dikonsumsi diet yang paling bervariasi, dan tidur pendek dikonsumsi diet paling bervariasi, menurut penelitian yang dirilis online sebelum publikasi cetak dalam jurnal Appetite.

Tidur sangat pendek umumnya dikaitkan dengan kurangnya asupan likopen (yang ditemukan dalam makanan berwarna merah seperti tomat), karbohidrat, dan air. Lain halnya dengan tidur pendek yang sering dikaitkan dengan kurangnya asupan vitamin C, air, selenium (mineral yang ditemukan dalam kacang-kacangan, daging dan kerang), lutein dan zeaxanthin (yang ditemukan pada sayuran berdaun hijau).

Tidur pendek dikaitkan dengan asupan rendah vitamin C, air keran, selenium (mineral yang ditemukan dalam kacang-kacangan, daging dan kerang) dan asupan lebih tinggi dari nutrisi yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau (disebut lutein dan zeaxanthin).

Sementara itu, tidur panjang dikaitkan dengan kurangnya asupan zat yang ditemukan dalam coklat dan teh (disebut theobromine), lemak jenuh yang disebut asam dodecanoic, choline (yang ditemukan dalam telur dan daging berlemak), dan karbohidrat. (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP