Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makan paprika dua kali seminggu turunkan risiko Parkinson

Makan paprika dua kali seminggu turunkan risiko Parkinson Ilustrasi paprika. ©Shutterstock.com/ Viktar Malyshchyts

Merdeka.com - Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi paprika dua kali seminggu bisa menurunkan risiko terkena penyakit Parkinson hingga 30 persen. Hal ini karena paprika memiliki bentuk nikotin yang bisa dimakan.

Mengonsumsi makanan lain yang mengandung nikotin seperti tomat atau kentang juga diketahui bisa memberikan perlindungan terhadap kondisi Parkinson. Hal ini bahkan dibuktikan peneliti dengan penggunaan nikotin patch dan rokok.

Parkinson adalah penyakit degeneratif saraf yang membuat penderitanya mengalami tremor saat beristirahat dan kesulitan untuk bergerak. Penyakit ini bisa menyerang sekitar satu di antara 250 orang berusia di atas 40 tahun dan sekitar satu dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.

"Ini merupakan penelitian pertama yang melihat kaitan antara nikotin dalam makanan dengan risiko penyakit Parkinson," ungkap Dr Susan Searles Nielsen dari University of Washington di Seattle.

"Sama dengan penelitian lain yang mengindikasikan adanya manfaat dari rokok untuk mengurangi risiko penyakit Parkinson, kami juga menemukan efek positif dari nikotin. Hampir sama dengan penemuan sebelumnya, namun tentu nikotin dalam makanan seperti paprika tidak berbahaya seperti pada rokok," tambah Nielsen, seperti dilansir oleh Daily Mail (09/05).

Dalam penelitian ini, ilmuwan mengamati 490 pasien yang memiliki penyakit Parkinson. Mereka dimintai keterangan mengenai makanan yang dikonsumsi dan kebiasaan merokok. Penelitian ini juga diikuti oleh 644 orang yang tidak memiliki kelainan saraf apapun.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa konsumsi sayuran sama sekali tidak berkaitan dengan risiko Parkinson. Namun efek terlihat pada sayuran yang memiliki kandungan nikotin di dalamnya, seperti paprika, tomat, atau kentang. Peneliti menemukan efek yang kuat pada paprika, terutama pada orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok.

Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi paprika dua kali seminggu memiliki penurunan risiko Parkinson sekitar 30 persen.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa rangsangan terhadap nikotin bisa mencegah kerusakan saraf yang menyebabkan Parkinson. Pada penelitian pada manusia juga ditemukan bahwa kebiasaan merokok bisa menurunkan kemungkinan terkena Parkinson.

Meski begitu Claire Bale menjelaskan bahwa penelitian ini terlalu kecil untuk bisa menarik kesimpulan yang konkrit. Penelitian lebih lanjut dalam skala besar harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP