Lemak jenuh ternyata menyehatkan?
Merdeka.com - Lemak jenuh sering dianggap sebagai pemicu penyakit jantung. Namun jangan sepenuhnya menghilangkan asupan lemak jenuh karena lemak jenuh tetap bermanfaat bagi kesehatan. Simak alasan kenapa lemak jenuh tetap harus dikonsumsi seperti yang dilansir dari Mag for Women berikut ini.
Kesehatan kardiovaskular
Lipoprotein adalah senyawa yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Sementara konsumsi lemak jenuh mampu mengurangi lipoprotein sehingga lemak jenuh sebaiknya tetap dikonsumsi.
Kebutuhan diet
Meski bernama lemak, namun tidak selamanya lemak jenuh membuat berat badan jadi membengkak. Bahkan makanan dengan label bebas lemak perlu dihindari karena perusahaan pembuat makanan mengganti lemak dengan gula yang lebih menggemukkan.
Kekuatan tulang
Lemak jenuh punya peran dalam proses penyerapan kalsium dalam tubuh. Sehingga konsumsi lemak jenuh dalam jumlah tepat sama dengan mendukung kesehatan dan kekuatan tulang.
Kesehatan hati
Manfaat sehat lemak jenuh lain adalah menjaga kesehatan hati dari efek buruk minuman beralkohol dan obat-obatan yang sifatnya keras.
Kesehatan paru-paru
Paru-paru memiliki 'bungkus' yang melindunginya dari radikal bebas. Jika konsumsi lemak jenuh dihilangkan sepenuhnya, 'bungkus' paru-paru bisa mengalami gangguan dan menimbulkan masalah kesehatan.
Kesehatan otak
Selain tubuh, otak ternyata justru membutuhkan lemak jenuh. Karena otak pada dasarnya terbuat dari lemak dan kolesterol. Penuhi kebutuhan lemak jenuh dalam jumlah wajar dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh.
Sistem kekebalan tubuh
Lemak jenuh juga mendukung kesehatan sistem kekebalan tubuh agar tak mudah terkena penyakit.
Lemak jenuh bisa ditemukan dalam daging sapi dan kambing, kulit ayam, kuning telur, mentega, minyak kelapa, dan daging bacon goreng.
Baca juga:
Ternyata vitamin C penting untuk pria!
7 Makanan dengan vitamin C lebih tinggi dari jeruk
Lemon, buah yang memperlambat pertumbuhan sel kanker
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya