Lakukan Khitan Bisa Kurangi Risiko Terjadinya Kanker Penis
Merdeka.com - Sebagai sebuah tradisi bagi masyarakat beragama Islam dan Yahudi, khitan merupakan masa transisi untuk seseorang menjadi dewasa. Tradisi dan kewajiban ini sendiri menyimpan berbagai manfaat untuk dilakukan.
Khitan dilakukan dengan cara memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan. Perlu diketahui bahwa khitan tidak memengaruhi kesuburan pria. Bahkan, khitan justru mengurangi faktor risiko kanker.
Ahli Urologi Parkway Hospitals Singapore, Poh Beow Kiong mengatakan kanker penis berkaitan Human Papiloma Virus (HPV). Berbeda dengan wanita, vaksin HPV tidak dapat mengurangi risiko kanker pada pria.
"HPV erat kaitannya dengan kanker penis, serviks dan oral. Kulit penis yang tidak dipotong memungkinkan terjadinya infeksi karena ada kotoran yang tersumbat," paparnya di Jakarta, baru-baru ini.
Setiap manusia memiliki sel yang berpotensi menjadi kanker. Mutasi tersebut dapat dipicu dari infeksi pada penis. Meski kasusnya jarang ditemukan, kanker penis bersifat lebih ganas dari kanker non-kulit seperti prostat.
Usia dan pola hidup sehat memegang peran penting dalam kasus ini. Merokok, seks bebas dan infeksi HIV dapat memperbesar risiko kanker penis. Penting untuk melakukan khitan sejak dini, sebab dapat memengaruhi efektivitas.
"Khitan hendaknya dilakukan di usia dini sekitar 5 tahun. Sifatnya preventif. Kalau dilakukan di usia dewasa, perlindungannya akan berkurang," ujarnya.
Reporter: Annisa Mutiara AshariniSumber: Dream.co.id
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya