Kurang tidur dapat mempercepat tumbuhnya kanker!
Merdeka.com - Kurang tidur tak hanya bisa menyebabkan masalah, baik secara fisik maupun mental, tetapi juga bisa memicu persebaran kanker secara agresif. Hal ini ditemukan peneliti setelah melakukan penelitian terhadap tikus.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Research ini peneliti membagi tikus menjadi dua kelompok. Satu kelompok dibiarkan tidur dengan waktu cukup sementara yang lainnya tidur dengan banyak gangguan sehingga mereka seringkali terbangun dan kurang tidur.
Tikus tersebut diperlakukan seperti itu selama tujuh hari sebelum mereka disuntik dengan dua jenis tumor. Setelah disuntik tumor, semua hewan memiliki kanker dalam waktu sembilan sampai 12 hari. Peneliti kemudian mengamati keadaan mereka lagi empat hari setelahnya, seperti dilansir oleh Huffington Post (28/01).
Peneliti menemukan bahwa tumor pada tikus yang kurang tidur lebih besar dan berkembang dengan lebih cepat dibandingkan dengan tumor pada tikus yang tidur dengan baik. Selain itu mereka juga menemukan bahwa tikus yang kurang tidur memiliki tumor yang lebih agresif dan tersebar hingga ke otot dan tulang.
Diperkirakan hal ini berkaitan dengan efek tidur pada sistem kekebalan tubuh. Peneliti menemukan bahwa tikus yang cukup tidur memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Mereka juga memiliki lebih banyak sel sistem imun yang disebut TAMs. Sel ini bisa meningkatkan kekuatan tubuh dan menghentikan sel kanker. Sementara pada tikus yang tak cukup tidur ditemukan sel M2-TAMs yang justru mempercepat persebaran tumor.
Peneliti Dr David Gozal dari University of Chicago Comer Children's Hospital menjelaskan bahwa penelitian ini menunjukkan pentingnya kualitas tidur terhadap kesehatan, kekebalan tubuh, dan bahkan untuk mencegah kanker. Meski begitu peneliti harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas efek ini pada manusia.
(mdk/kun)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya