Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kematian Robin Williams: Antara depresi, bunuh diri,dan asphyxia

Kematian Robin Williams: Antara depresi, bunuh diri,dan asphyxia Robin Williams. ©REUTERS

Merdeka.com - Baru-baru ini dunia dikejutkan oleh kematian aktor komedian kawakan Robin William. Robin William diperkirakan melakukan tindak bunuh diri di kediamannya sendiri dan ditemukan sudah tak bernapas pada hari Senin tanggal 11 Agustus 2014 pagi (waktu setempat) dalam rumahnya di bagian utara California.

Berdasarkan pemeriksaan dan autopsi, penyebab kematian diperkirakan adalah asphyxia. Asphyxia (asfiksia) merupakan kondisi kurangnya oksigen dan meningkatnya jumlah karbon dioksida pada darah dan jaringan sehingga menyebabkan gangguan pernapasan dan menghalangi kinerja jantung. Jika tak segera ditangani, asphyxia memang bisa menyebabkan seseorang tak bisa bernapas dan mengalami kematian.

Asphyxia bisa disebabkan oleh hal-hal yang wajar seperti penyakit tumor, asma, dan lainnya. Namun juga bisa disebabkan oleh hal tak wajar seperti tercekik, terjerat, tersedak, sesak napas karena asap, dan lainnya. Meski hingga saat ini tak dijelaskan adanya tanda-tanda asphyxia yang tak wajar, namun pemeriksaan berasumsi bahwa Robin William melakukan bunuh diri yang bisa memicu asphyxia dan menyebabkan kematian.

"Kematiannya disebabkan oleh usaha bunuh diri yang berkaitan dengan asphyxia," begitu keterangan dari Martin County, California, seperti dilansir oleh Men's Health (12/08).

Meski mengejutkan, namun tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh Robin William sebenarnya bisa ditelusuri dari penyakit yang dialaminya selama masih hidup. Menurut representasi media keluarga Robin William, aktor komedian ini mengalami depresi yang parah di akhir hidupnya. Seperti diketahui, depresi klinis yang parah bisa memicu pemikiran bunuh diri terhadap seseorang.

Depresi merupakan penyakit yang sulit terdeteksi, karena orang yang mengalami depresi bisa terlihat baik-baik saja di luar dan berinteraksi seperti layaknya orang normal. sama halnya dengan Robin WIlliams yang selama ini dikenal sebagai aktor komedian yang bisa menghibur banyak orang. Sebuah penelitian juga mengungkap perilaku bunuh diri meningkat 10 persen pada hari Senin, seperti juga dialami oleh aktor yang menutup usia pada angka 63 tahun ini.

Perihal kematiannya, pihak keluarga meminta agar masyarakat tidak berfokus pada kematian Robin Williams, namun pada manfaat dan karya sang aktor selama dia masih hidup. Selama hidupnya Robin WIlliams sudah memberikan banyak tawa dan film-film yang menarik melalui perannya. Namun tak ada salahnya menengok kematian Robin WIlliams sebagai sebuah pembelajaran bagi kita.

Jika Anda termasuk orang yang memiliki depresi, jangan abaikan. Segera minta pertolongan secara medis. Depresi tak bisa disembuhkan hanya dengan menenangkan diri, pergi ke tempat-tempat yang Anda sukai, atau berada di tengah-tengah orang yang Anda cintai. Depresi klinis harus dirawat dengan cara medis melalui pengobatan.

Tak semua orang yang mengalami depresi berpikiran untuk bunuh diri, namun jika Anda mengalami depresi parah dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidup, segera minta bantuan orang terdekat atau psikiater. Jangan biarkan pikiran semacam itu mengendap lama dalam otak Anda. Bicarakan dengan orang yang Anda percaya agar tindak bunuh diri bisa dicegah.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP